Wednesday, October 13, 2010

UNDANGAN PERNIKAHAN

Tinggal Pilih.

Minggu 10-10-10 yang lalu saya dan istri menghadiri dua undangan pernikahan, tanggal itu banyak orang sukai untuk dijadikan sebuah peristiwa dalam hidup yang mudah diingat, bukan karena untungnya banyak. Sorenya hadir pada pernikahan karyawan di perusahaan tempat saya bekerja. Tempat resepsi pernikahannya dilaksanakan disebuah perumahan, tempat sang mempelai wanita menetap bersama ibu dan kakak-kakanya.

Ini adalah resepsi pernikahan orang biasa “orang tak berpunya”, resepsi pernikahan dilaksanakan untuk bergembira, bersyukur dan memberitahukan tetangga, handaitolan, para sahabat bahwa mereka sudah resmi menikah. Dilasanakan di depan rumah / halaman rumah yang sempit dan dengan segala keterbatasan itu para undangan terlihat lebih tertib dan lebih taratur; duduk dan dalam mengambil hidangan. Kedua mempelai begitu terlihat jelas raut wajahnya yang bahagia dan terasa tidak berjarak antara kedua mempelai dengan para undangan. Waktu resepsi dirumah bisa disesuaikan di perpanjang, diperlambat, dipersingkatpun bisa, yang mengambil makananpun secukupnya, malu kalau ‘tambah’. Mereka dan kelurganya begitu bahagia. Para undanganpun terlihat tidak terlalu mencolok dalam berpakaian.

Malamnya kami hadir pada pernikahan anak seorang pengusaha yang termasuk golongan orang-orang pertama yang berani menginjakkan dan berusaha di Batam, ia lumayan dikenal di Batam. Resepsi pernikahannya dilaksanakan di ballroom sebuah hotel besar yang berbentuk kapal pesiar yang sedang merapat dipelabuhan. Ballroom itu besar sekali, kiri-kanannya dua lantai. Lantai bawah maupun lantai dua, penuh semua oleh para undangan, bahkan ada yang tak dapat tempat duduk. Hidangan berbagai macam juga tersedia di masing-masing sudut ruangan baik dilantai dasar maupun dilantai dua. Layar monitor besar dan televisi juga disediakan diberbagai sudut yang menampilkan kedua mempelai dalam berbagai pose / gaya dan kedua mempelai dengan keluarga masing-masing. Benar-benar meriah, waah dan bergengsi serta tampaknya membahagiakan kedua mempelai, kedua orangtua, keluarga, handaitolan, sahabat serta para undangan.

Adalah kebiasaan orang kita, kalau makanan bagitu banyak tersedia semua ingin dicoba, semua ‘hunting’ makanan yang ada, hal yang sama ketika sarapan pagi di Hotel, akibatnya bagi yang datang terlambat mendapatkan sisa-sia makanan.. Perhatian para undangan menurun drastis ke “raja dan ratu” sehari itu karena sibuk antri dan ‘hunting’ makanan. Jarak undangan yang begitu jauh dengan pengantin menurutku juga membuat ‘jarak’ antara undangan dengan mempelai. Menurut saudaraku yang semeja denganku, resepsi di hotel ini pasti besar biayanya, selain itu harus tepat waktu karena sewanya tentu berdasarkan waktu yang telah disepakati, kelebihan dari waktu yang disepakati ada biaya tambahan. Kalau di Hotel nambah atau hunting makanan siapa yang tau, kalau malu bisa mengambil makan ke meja / sudut lain, luas / lapang serta dingin. Anda tinggal pilih mau pesta nikah di rumah atau di Hotel yang penting bahagia selamat dunia akhirat.

No comments: