Friday, October 15, 2010

BATAVIA SAMA SAJA DENGAN LION AIR

Kemarin tgl 14 Oktober 2010 aku berangkat lagi ke Yogyakarta untuk, rekrut karyawan lagi, Alhmadulillah. Kali ini untuk level teknisi. Rencana awal berangkat dari Batam pukul 14.20, diundur untuk alasan operasional sampai 15.50. Benar-benar mengecewakan.

Tadinya, sengaja pilih Batavia Air yang tak pakai transit di Jakarta, eeh.. malah sama saja dengan Lion Air, gak menghargai penumpang, coba penumpang yang terlambat????. Tidak pakai kompensasi apapun lagi, misalnya dikasih minum, atau dikasih kue penghibur hati...Tiba di Yogyakarta pukul 18.00, yang jemput malah gak telaten seperti yang kemarin aku ke Yoyga begitu keluar dari sudah ada yang jemput dan langsung angkat tas dan kita dimanja alias diservislah...ini malah cari-carian kayak kucing-kucingan tak karu-karuan lagi.

Langsung makan malam di raminten di Jalan FM Noto-Kota Baru Yoyakarta, sebuah rumah makan konsep jawa moderen, bertingkat  kursinya dari rotan yang tidak berkaki (sebetulnya lesehan juga, tapi lebih modren dan lebih berkelas, sangat ramai dan makanannya khas Jawa, ful musik ala Jawa, palayannya yang cewek pakai kemben dan kebaya mungil-mungil, yang cocoknya kebaya dan kaus putih. Murah meriah, kami bertiga cuman Rp 53.00,- enak dan segar, ramai. Melayani / buka 24 jam untuk yang larut malam disediakan bantal dan guling. Masakananya lumayan enak dan segar.

Sepertinya para pengunjung dibiarkan dan diajak untuk bertahan lama-lama, karena suasana penerangan dan konsep pelayanan dan tempat duduknya yang membiarkan pengunjung bermalasan. Tamuku di Batam seminggu yang lalu merekomendasikan, maka kau kesana.

Raminten itu nama pop sang pemilik jika main sandiwara atau lagi menghibur sedang siang harinya atau dalam keadaan normal ia adalah lelaki tulen, namun gambar-gambar brosur atau iklan rumah makan itu dipampangkan gambar sang pemilik yang berpakaian perempuan jawa dengan bulu matanya yang cukup panjang dan dengan tatarias yang cukup mencolok.  Ia seorang katolik dipojok kanan pintu masuk ada patung Yesus, namun begitu ia menyediakan ruang mushola untuk kaum muslimin yang mau sholat. Sejatinya segemnnya kalangan anak muda atau mahasiswa tapi banyak juga yang berumur seperti saya.

Konsep makan yang unik dan segemen yang jelas sehingga ramai, sudah tentu rasanya jawa sekali yang enak dan pelayanan yang prima, salah satau kunci suksesnya. Baru dua tahun beroperasi sudah ramai dan bahkan sejak puasa yang lalu hingga kini dan seterusnya buka 24 jam. Yogyakarta juga banyak tempat makan dan selalu ramai serta mengesankan, malioboro lesehannya mulai kurang pamor, salah satunya harganya yang sering tak terukur.

No comments: