Yang Datang Bukan Selalu Mereka yang Kita Tunggu
Ketika pertama kali memulai usaha, saya punya harapan yang sederhana Saya pikir, kalau saya mulai berjualan, tentu saudara, keluarga, famili, dan kerabat akan ikut membantu meramaikan. Bukan harus membeli setiap hari. Cukup sesekali datang. Mencoba makanan yang kami jual. Menceritakan kepada teman. Atau sekadar membagikan informasi bahwa ada saudaranya yang sedang berusaha mencari rezeki melalui usaha kuliner. Waktu itu saya berpikir, bukankah keluarga adalah orang-orang terdekat? Bukankah kalau ada saudara yang sedang memulai usaha, kita ikut membantu sebisanya? Ternyata kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang kita bayangkan. Tahun demi tahun berlalu. Sampai usaha kami memasuki tahun kedelapan, harapan bahwa keluarga dan kerabat akan menjadi bagian besar dari pelanggan ternyata tidak pernah benar-benar terjadi. Awalnya mungkin ada sedikit rasa kecewa. Bukan marah. Hanya bertanya dalam hati, "Kenapa ya, orang-orang terdekat justru tidak banyak datang?" Tetapi semakin la...