Isi Dompet vs Isi Kepala: Kenapa Dunia Sekarang Lebih Suka Mendengar Siapa yang Bicara?
Pernah tidak, saat kita lagi kumpul atau sekadar lewat di media sosial, kita menyadari satu hal yang polanya selalu sama? Ada dua kalimat yang belakangan ini sering banget berseliweran, dan jujur, rasanya jleb banget di hati: 1. “Bukan apa yang dibicarakan, tapi siapa yang bicara.” “Kalau kamu miskin, gak akan ada yang melihat, mendengar, mengenal, apalagi mengaku. Tapi kalau kamu kaya, semua mendadak jadi saudara.” Kedengaran sinis ya? Tapi coba jujur pada diri sendiri, ini bukan sekadar kalimat keluhan, melainkan potret nyata di sekeliling kita saat ini. Mari kita obrolin santai, kenapa sih dunia kita bisa se-bercanda ini? Pertama, soal "Bukan apa yang dibicarakan, tapi siapa yang bicara." Kita sering kali malas menyaring informasi secara kritis. Akibatnya, kalau ada orang sukses, kaya, atau punya jabatan ngomong—bahkan meskipun cuma ngomongin hal sepele atau tips yang sebenarnya biasa aja—kita bakal dengerin dengan khusyuk. Langsung dicatat, dijadikan status, dianggap...