Jangan Menggantungkan Harapan pada Saudara
Ketika pertama kali memulai usaha Desember 2017, saya punya harapan yang sederhana. Saya pikir, kalau saya mulai berjualan, tentu saudara, keluarga, famili, dan kerabat, saudara asal sekampung akan ikut membantu meramaikan. Bukan harus membeli setiap hari. Cukup sesekali datang. Mencoba makanan yang kami jual. Menceritakan kepada teman. Atau sekadar membagikan informasi bahwa ada saudaranya yang sedang berusaha mencari rezeki melalui usaha kuliner. Waktu itu saya berpikir, bukankah keluarga, saudara asal sekampung adalah orang-orang terdekat? Bukankah kalau ada saudara yang sedang memulai usaha, kita ikut membantu sebisanya? Ternyata kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang kita bayangkan. bersambung bagian 2.