Benarkah Roda Kehidupan Berputar
Mempertanyakan Kembali Filosofi "Hidup Seperti Roda Berputar" Kita semua pasti pernah dengar petuah bijak ini: "Hidup itu ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah." Sebuah kalimat yang biasanya jadi mantra penenang saat kita sedang diuji, atau jadi pengingat agar kita tidak sombong saat sedang berjaya. Dulu, saya percaya penuh pada kalimat ini. Rasanya adil dan memberikan harapan. Namun, makin ke sini—setelah melihat realitas kehidupan di sekitar—saya mulai ragu. Apakah roda kehidupan itu benar-benar berputar untuk semua orang? Saat Roda Mengalami "Macet" Kalau kita perhatikan kenyataan di bidang sosial dan ekonomi, siklus berputar ini rasanya agak meleset. Coba lihat ke atas. Ada kelompok orang yang kehidupannya seperti selalu berada di puncak roda. Mereka kaya, mapan, dan stabilitas itu terjaga rapi bukan cuma seumur hidup mereka, tapi berlanjut ke anak, cucu, hingga generasi berikutnya. Roda mereka seolah terkunci di atas. Sebaliknya, ...