Thursday, October 7, 2010

Naik Prameks Menuju Solo

Naik Prameks menuju Solo.

Jum’at 01 Oktober 2010 pagi saya ‘chek out’ dari hotel untuk menuju Solo, saya disarankan untuk naik kereta api PRAMEKS, kebetulan stasiunnya persis di depan hotel tempat saya menginap Jl. SARKEM (pasar kembang), jadi enak cuma nyeberang. Informasi pihak hotel tentang jam keberangkatan berbeda dengan kenyataannya di lapangan untung saya tidak terlambat karena informasi pihak hotel malah lebih cepat.

Naiklah saya kereta Prameks menuju Solo ongkosnya Rp 9000,-. Pukul 8.35 kereta meluncur tepat waktu, keretanya bersih dan penumpangnya lebih bersahabat dan lebih rapi serta teratur. Dulunya kereta ini seperti kereta pada umumnya di Indonesia, tempat duduknya berjejer, tapi sejak beberapa tahun yang lalu telah dirubah, tempat duduknya disamping / kiri-kanan membelakangi jendela dan ditengah-tengahnya lebih luas diperuntukkan bagi penumpang yang tak dapat tempat duduk, bergantungan sambil berdiri.

Naik Prameks jadi ingat MRTnya negara tetangga, namun prameks masih perlu belajar banyak dan membenahi diri untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang, sederhana saja, misalnya;
  • Perlunya disediakannya peta / rute perjalanan kereta api, sehingga penumpang tak perlu bertanya-tanya atau lihat kanan-kiri untuk mengetahui stasium mana berikutnya. Peta itu ditempel diatas tempat duduk penumpang  (didinding) kanan-kiri setiap gerbong.
  • Perlu juga ada suara pemberitahuan yang menerangkan stasiun mana selanjutnya akan berhenti, ini juga membantu penumpang yang masih belum hapal atau yang pertama kali naik Prameks.
  • Perlunya aturan-aturan dalam menggunakan Prameks, misal apa yang boleh dan apa yang tidak boleh (misal tak boleh bawa hewan seperti kambing bandot..tak terbayang betapa bauksnya) ini bermanfaat bagi kenyamanan, kebersihan, dan kelestarian facilitas yang ada.
  • Perlunya peringatan agar tidak berdiri / menyandar di pintu, apalagi tertidur.
  • Perlunya tombol darurat jika terjadi keadaan yang perlu segera ditangani.

Kontrol manusia dalam stasiun itu juga sangat lemah, banyak sekali orang melintas / naik dalam kereta itu hanya untuk menuju ke tempat lain dalam stasiun. Sistim karcis kertas dan dilubangi oleh petugas pengecekan juga lemah, karena banyak orang bisa naik atau masuk stasiun tanpa tiket, harusnya orang yang bisa masuk stasiun dan naik kereta adalah orang yang sudah beli tiket atau yang memang terkontrol oleh sistim.Sangat rawan.

Satu jam kemudian saya tiba di stasiun balapan Solo, abang ipar saya telah menunggu. Kunjungan saya ke Solo untuk bertemu mertua serta saudara-saudara kandung istri saya. Ternyata kedatangan saya telah ditunggu-tunggu, maklum kami sekeluarga terakhir ke Solo tahun 2003 yang lalu. Siangnya saya bersama abang ipar sholat jum’at di Mesjid Raya Surakarta persis depan pasar Klewer, dekat dari rumah mertua paling 2-3 menit bermotor. Mesjid ini terlihat baru saja direnovasi, besar, adem dan banyak sekali jama’ahnya, halamannya disesaki penjual aneka produk dan para peminta-minta. Namun sayang kran untuk berwudhunya lebih banyak yang tak keluar airnya yang kran keluar malah airnya kecil, air tempat cuci kakinya kehijauan, dan udara bauk pesing, seolah tak terurus.

Setelah makan siang, saya mengajak adik ipar menuju rumah teman lamaku sejak SD klas V di Arun-Aceh dulu, namanya Cut Juliana Viska Ira, lama juga tak bertemu-kami selalu sekelas sejak SD hingga SMA. Banyak cerita dan asyik, ya..biasalah yang namanya bertemu sohib lama, lupa waktu bercerita. Ternyata dia sudah melanglang buana juga. Pertama kerja di Banda Aceh, lalu dilamar orang Jawa Timur yang ditempatkan di Banda Aceh, menikah, pindah ke Medan, lalu pindah ke Padang, lalu pindah ke Solo dan akhirnya menetap di Solo hingga sekarang, tapi suaminya sekarang dipindahkan ke Makasar. Katanya sudah capek pindah-pindah, lagian anakku sudah besar-besar kasihan, sekolah dan pergaulannya bisa terganggu, di Solo aku sudah mantab dan enjoy. Setelah bercerita panjang kali lebar, kami berphoto bersama untuk kenang-kenangan dan setelah itu saya bersama adik ipar keliling kota Solo mencari tempat-tempat yang unik dan memanjakan mata dan perasaan.

No comments: