Monday, October 11, 2010

SOLO 2

PT. ARUN Lhokseumawe-Aceh bisa meniru Sondokoro-Solo.

Sabtu Pagi 02 Oktober 2010, saya bersama adik ipar kembali menjelajah Solo dan sekitarnya. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah sungai Bengawan Solo, sebetulnya sungguh tidak ada yang aneh dan menarik di sungai itu, namun begitu ke sohor keberbagai belahan dunia karena lagu sang maestro kroncong Gesang, kami hanya lewat saja di sepan rumah sang maestro itu. Sungainya kotor, keruh, dan jauh dari bayangan indah dan menarik, namun karena lagu itu begitu populer, banyak orang penasaran, termasuk aku. Mamang, tumbuhan disekitar DAS (daerah aliran sungai) bengawan solo, begitu subur dan terlihat sangat hijau. Rupanya air yang meluap membawa tanah serta zat yang menyuburkan tanaman.

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah agrowisata SONDOKORO, yaitu taman dan  bekas perumahan staff pabrik gula yang di sulap menjadi tempat rekreasi kelaurga; kolam renang, ‘flaying fox’, kereta zaman Belanda, kebun binatang, tanaman obat / herbal, arena bermain anak-anak, terapi repleksi menginjak batu, dan terapi gigitan ikan dan rumah-rumahnya dijadikan ‘homestay’ bagi para pengunjung.

Na..saya bersama adik ipar mencoba terapi gigitan ikan ini, sungguh menarik dan penasaran, belum pernah seumur hidup, jadinya kemaruk. Ada dua kolam kanan-kiri panjang masing-masing kolam sekitar 20 meter, pada kolam pertama terdapat pondok-pondok dan pada kedua sisinya disediakan tempat duduk dan tangan kita bersandar ke bambu yang ada dan kolam berikutnya buat yang tahan kena panas dan bersedia kulitnya terbakar sinar matahari boleh duduk dimana saja dikedua sisinya juga.

Ikannya pertama kelihatan takut dan malu-malu tapi tidak sampai satu menit kaki kita dikerumuni lalu ikan-ikan itu seakan berlomba-lomba menggiti semua bagian dari kaki kita yang diremdam dalam kolam itu. Cukup geli dan menggelikan, aku sih tak begitu geli maklum kulitnya tebal dan telapaknya kapalan, pekerja kasar. Tadinya kami mengira ikan-ikan yang menggigiti kaki kami akan pingsan atau mati karena kaki kami yang sungguh kotor (mungkin bauks juga) dan tak layak masuk TV, loh apa hubungannya. Ada serombongan ibu-ibu tak henti-hentinya menjerit dan tertawa karena geli digigit ikan-ikan itu, tapi walaupun menjerit kegelian, mereka membiarkan kakinya terus menerus digigit ikan, tahu apa sebabnya?.. karena geli-geli enak, begitu…lo. Tak terbayang kalo disediakan terapi gigit ikan untuk seluruh tubuh, tanpa sehelai benang????, macam mana geli dan enaknya????.

PT. Arun Lhokseumawe-Aceh dapat belajar dari pabrik gula sondokoro ini, untuk manjadikan komplek perumahan menjadi tempat agrowisata. Saya kira PT Arun tak perlu membutuhkan biaya banyak lagi karena beberapa wahananya sudah tersedia, kolam renang ada dua, kolam pemacingan ada dan besar, taman makan juga sudah ada. Bahkan saya yakin PT. Arun bisa lebih banyak menyediakan wahana permainan dan tempat rekreasi. Sebentar lagi PT Arun tidak akan baraktifitas lagi, supaya tidak sia-sia dan tetap menghasilkan tirulah sondokoro di Solo.

Kemudian kami menuju tawamangu, kurang lebih satu jam dari Solo, kiri kanan terdapat sawah-sawah dan sungai dengan air beningnya. Disana terdapat air terjun grojogan sewu tingginya 81 meter dan anak tangga (turun-naik) berjumlah 1250 buah. Ketika menurun lutut kiriku gemetaran dan panas, aku hampir ragu untuk melanjutkan, seorang pemilik kuda tak bosan-bosannya menggodaku untuk menyewa kudanya (rp 100.000,- turun naik) tapi karena semangat akhirnya sampai juga, kenapa tidak dibuat kereta gantung aja ya?..Udaranya sejuk, airnya begitu dingin, 2 kolam mandi tersedia (anak-dewasa) anda diizinkan juga mandi dekat air terjun tapi tak boleh langsung dibawah air terjubnya (berbahaya), hutannya dibiarkan alami dan lebat, mungkin karena hari Sabtu pengunjungnya cukup ramai.

Dari dulu hingga sekarang aku masih suka menghayalkan kalau aku memiliki rumah dan tingggal di sebuah tempat yang ada sungai yang dangkal dan airnya bening, udaranya sejuk alami, aku bisa berkebun dan merawat tanaman-tanaman yang segar dan indah serta berwarna warni. Harap maklum, dulu aku lahir di sebuah desa yang semua aktifitasnya sangat bergantung pada sungai (termasuk buang hajat dan mandi). Tawamangu ini luar biasa indah dan menyegarkan tubuh, otak, perasaan dan qalbu.

Anda yang berkunjung membawa makanan, tas atau hal-hal lainnya, harus berhati-hati karena banyak sekali monyet mengintai. Monyetnya tak malu, tak takut untuk mendekati lalu merampas makanan, tas atau hal yang menarik bagi monyet-monyet itu. Setelah puas disana dan mengambil gambar-gambar, kami kembali naik lalu aku ‘hunting’ tanaman yang menarik, yang di Batam susah dicari, atau yang bisa dibikin bonsai, untung dapat dan harganya cukup murah, di tawamangu ini banyak sekali di jual souvenir, tanaman dan buah serta sayuran anda boleh memilih dan menawar.

Kembali menuju Solo, ditengah jalan Solo-Tawamangu, kami singgah di sebuah tempat budidaya jamur tiram dan jamur telinga…eh..jamur kuping. Kami menyaksikan mulai dari proses memasukkan serbuk gergajian kayu dalam pelastik hingga penggorengan menjadi kripik. Untungnya pemiliknya ramah dan mau menerima kami, sayapun dibolehkan mengambil photo-photo. Jamur tiram dan jamur telinga eh..kuping ini cukup banyak di dusunku di komering ulu sana, kami menyebutnya kulak handak dan kulak cuping. Biasanya tumbuh dikayu-kayu yang sudah mulai membusuk, tapi tak pernah dibudidyakan, di Batam harganya mahal sekali. Saya lalu diperbolehkan juga mencicipi jamur yang sudah digoreng, enak sekali dan renyah, sayapun membeli sebungkus kripik jamur tiram (kulak handak).

Selama keliling-keliling di kota Solo saya menemukan beberapa hal-hal unik dan itu tanda sebuah kreatifitas, sudah tentu saya abadikan seperti ada sebuah rambu lalulintas khusus sepeda dan becak, ada juga SMS (soto mepet sawah), rambu lalu lintas zaman penjajahan, kereta api ditengah kota (jalan raya), sayang satu terlewati yaitu ‘bengkel manusia’. Solo akan selalu menimbulkan ketagihan dan kerinduan untuk didatangi dan dijelajahi, padahal aku sudah berkunjung sebanyak 7 kali. Solo masih banyak tempat yang belum aku kunjungi, kapan ya…masih penasaran ni..

No comments: