Friday, May 14, 2010

VISIT BATAM 2010 (Tukang Patri)



BERTAHAN DIZAMAN MODEREN.
Pak Syarifuddin (70) adalah orang yang tak lekang oleh waktu, dengan profesinya sebagai tukang patri. Pembuat beraneka peralatan tradisional seperti dandang, panci, ember, kubah mesjid, ember untuk menyiram. Bapak asli Bukit Tinggi-Sumatera Barat ini sejak tahun 1985 tetap setia bertahan dizaman yang serba moderen, dan meski anak-anaknya sudah besar semua dan mandiri. Kakek dengan 10 cucu ini mengaku tak pernah mengalami sakit yang serius, belum berkacamata dan bahkan masih kuat bekerja dari pagi hingga sore, di Jalan Prambanan-Batam ia berlabuh dengan peralatan sederhana dan apa adanya sang kakek memproduksi hal-hal tersebut. Rokok adalah teman setianya dikala sedang menunggu pembeli dan sedang bekerja.
Kini sang kakek ditemani anaknya yang ketiga (Syaiful), sepertinya ia akan meneruskan usaha ini ujar sang kakek. Kami bisa membuat dan melakukan perbaikan peralatan yang dipesan pelanggan, bahkan sebuah kubah mesjid pernah kami buat untuk dibawa ke NTB sana. Pembeli memang tidak setiap hari ada, namun Alahmdulillah kami bertahan bahkan anak saya itu mampu menyekolahkan anaknya, dengan bermodal jujur, halal, menjaga kualitas dan apa adanya.
Hidup dan kehidupan telah mengajarkannya banyak hal, kesederhanaan, kemandirian, keteguhan, serta keyakinan, raut dan kerut-kerutan diwajahnya serta tubuhnya yang kian tidak berisi, sepertinya menggambarkan hal-hal itu, Ia bertahan hingga sekarang. Saya tadinya bekerja sebagai operator alat-alat berat di Caltex Dumai-Riau daratan selama 18 tahun, lalu terdengar oleh saya Batam yang menjanjikan seribu harapan dan saya telah melamar keberbagai perusahaan besar disekitar Batu Ampar salah satunya McDermott (perusahaan berasal dari US) awal tahun 80-an, namun nasib tidak berpihak ke saya untuk bekerja diperusahaan besar-besar itu. Awalnya saya memulai usaha ini tidak sengaja karena waktu itu saya numpang sama orang yang punya usaha seperti ini, saya belajar, saya tidak ada pilihan, keteguhan dan ketekunan berbuah hasil, ujarnya, sambil menghisap rokok dalam-dalam.
Lalu saya tanyakan “bapak dengan umur yang sudah tidak mudah begini, masih kuat merokok?, beberapa menit pertemuan kita ini, saya liat sudah beberapa batang bapak isap”. Kelihatannya ia enggan untuk menjawab dan berkata “hingga kini saya belum mengalami gangguan kesehatan yang serius”, namun saya perhatikan sesekali terjadi batuk kecil, apa batuk ciri hasnya orang yang sudah tua…entahlah.
Ada pelanggan saya yang hampir setiap 6 bulan memesan alat penyiduk beras (lihat gambar), dari pulau Bulan, setahu saya disana itu ada perternakan besar, mereka kalau memesan kurang lebih 200 buah sekali memesan akunya. Ketika disinggung kapan akan berhenti atau istirahat, sang kakek tidak mengetahuinya, bahkan berujar saya akan terus melakukan hal ini sepanjang saya ada tenaga dan sehat, tak banyak harapan saya ini, diberi tempat usaha yang layak dan membeli peralatan yang lebih maju ujarnya.
Dalam rangka “ visit Batam 2010” menurutku Pak Syarifudin ini bisa juga dijadikan objek wisata atau bagian dari paket wisata seperti “blacksmith” pandai besi yang ada di Bintan telah dijadikan paket wisata oleh Bintan Resort, lihat tulisan saya sebelumnya-kucakak.blogspot.com. Tentu harus diberikan tempat yang layak dan bersih sehingga wisatawan tertarik, karena diluar negeri tukang patri ini sudah jarang bahkan mungkin tidak ada. Harus diingat bahwa wisatawan datang ke Indonesia karena ingin melihat sesuatu yang di negaranya tidak ada, salah satunya Pak Syarifuddin si tukang PATRI.

No comments: