Monday, May 17, 2010

Mari Peduli HALAL

Beberapa hari yang lalu saya bersama istri dan kedua anak saya, pergi Ke Nagoya Hill sebuah Mall yang cukup terkenal dan mewah di Kawasan nagoya Batam. Kami bermaksud makan malam. Masuklah kami ke sebuah tempat makan cepat saji lokal (BFC) suasananya lumayan berbeda, luas dan ramai, banyak terpanpang jenis dan menu makanan yang ditawarkan dan semua terlihat indah, menawan serta menggugah selera.

Ketika istri dan anak saya memandangai gambar-gambar makanan tersebut untuk dipilih, saya sibuk mencari dan memperhatikan tanda “HALAL”, tapi saya tidak temukan. Lalu saya tanyakan kepada pelayan wanita yang hendak melayani kami.

“Apakah makanan disini halal” ujar saya.
“Halal, Pak” Jawab sang wanita.
“Siapa bilang” tanya saya penasaran.
“Ya, Pak halal” Lalu pelayan lelaki teman si wanita menanyakan.
“ada apa”
“Bapak itu menanyakan makanana kita Halal atau tidak”
“Halal, Pak” pelayanan lelaki itu mencoba meyakinkan saya.
“Siapa bilang, mana tandanya”
“Itu”. Sayapun mengarahkan pandangan ke Figura yang ditunjuknya.
“Itu bukan tanda halal, tapi tentang pajak”. Ujarku.

Lalu seorang wanita yang menurut pandangan saya adalah atasan kedua pelayanan itu, menanyakan.

“ada apa”
“Bapak ini menyakanan halal atau tidak makanan kita”
“Oh..lagi diurus Pak” wanita itu menjawab.

Saya dan istri serta kedua anak saya lalu menyegerakan diri meninggalkan restoran yang menggugah selera tadi. Alhamdulillah…Allah melindungi kami. Namun aneh restoran yang sudah lama beroperasi itu banyak dikunjungi tidak hanya non muslim tapi banyak juga kaum muslimim yang tak peduli akan hal itu. Saya berharap pemilik restoran ini jujur atau segera mengurus sertifikat HALAL

Halalnya suatu makanan bukan dari jenis/bahannya semata (misal Babi atau Anjing), tetapi juga dari proses pengolahan yang bercampur dengan aneka bahan tambahan, cara mendapatkan bahan makanan hingga tahap pengemasan yang dapat tercampur dengan bahan-bahan tidak halal. Halal seharusnya sebuah jaminan bagi orang Islam maupun bagi non muslim. Dan berharap ada kepedulian dari semua pihak, termasuk kita sendirilah yang patut peduli tentang hal serupa ini.

No comments: