Friday, May 21, 2010

Makanan Pasien di Rumah Sakit

Cinta kandas…..

Berkunjung ke rumah sakit, melihat kawan yang dirawat. Wah.. rumah sakit sekarang jauh lebih nyaman dan bersahabat, bahkan ada yang melebihi suasana Hotel dan Taman bermain bagi anak. Aku ingat sekitar tahun 1990 awal, di rumah sakit Banda Aceh, ada keluarga temanku mendorong sendiri tabung oksigen yang penuh karatan dan Bapaknya yang berada diatas ranjang menuju kamar rawat inap, self service ya….wah berarti lebih maju dan lebih moderen.

Namun ada yang sepertinya gak berubah dirumah sakit yakni menu makanan untuk pasien sepertinya itu-itu saja dari tahun ke tahun. Pasien barangkali mual melihat penampilan dan rasa makanan yang disajikan, terlalu apa adanya, hambar….serta tidak mengundang selera, bayangkan bila berhari-hari. Kawanku itu, lama baru menyentuh makanan yang disajikan, apa karena malu, gak selera atau….apa ya..pura-pura gak liat kalo makanan sudah datang, jadi segan…

Pihak Rumah sakit tentu saja memiliki alasan yang kuat untuk menghindari penggunaan garam dan penyedap rasa, tapi akibatnya terbukti dibeberapa rumah sakit banyak makanan untuk pasien terbuang percuma, pihak Rumah Sakit selalu punya alasan yang kuat bahwa pasien malas makan, tapi tak mencoba meneliti penyebabnya, setidaknya Rumah Sakit bisa melakukan perubahan dalam hal penampilan menu makanan yang disajikan untuk pasien.

Hasil penelitian di Jepang tahun 2008, menemukan makanan rumah sakit tidak membuat pasien bersemangat karena rasanya yang kurang enak. Padahal makanan yang berasa garam dan penyedap merupakan salah satu yang membuat makanan gurih dan bisa menaikkan selera makan. Hasil penelitian juga, pemanfaatan glutamat yang tepat untuk perawatan gizi dari pasien tua akan berguna untuk meningkatkan kualitas hidup karena pasien jadi punya selera makan sehingga sel darah putih meningkat, suara lebih jelas dan wajah lebih ceria," kata peneliti Toyama K dari Seinan Jo Gakuin University.

Aku melihat makanan untuk rekan saya itupun tak selera, apa karena kebetulan aku tidak sakit, padahal aku termasuk gak rewel soal makanan. Yang juga merupakan kebiasan orang kita yang kurang tepat adalah mengirim makanan & buah-buahan yang mahal dan enak saat orang sakit, gak dimakan sama yang sakit. Yang betul adalah… ketika sedang sehat/bugar makan makanan yang enak, sehat dan bergizi dan makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. “Dah kamu gak usah sedih cepat sembuh ya..nih dengar cerita berikut biar gak stres…”

Dokter Arman lagi jatuh cinta pada seorang gadis cantik nan menawan yang baru dikenalnya bernama Ewi. Lalu mengirimkan surat cintanya. Berhari-hari setelah itu Ewi baru membalasnya.
"Dokter, suratnya sudah Ewi terima. Mohon maaf terlambat membalas suratnya, karena Ewi harus ke apotek dulu untuk memastikan isi surat… juga ingin memastikan apakah itu daftar resep atau puisi". Diakhir suratnya Ewi, menulis..maaf saya tidak dapat berhubungan dengan dokter karena saya sebentar lagi mau menikah…orangtua saya..sudah setuju. ”Dokter Arman langsung pusing, dan letoy…” karena cintanya yang tulus dan mendalam kandas.

“Makanya jadi dokter itu tulisannya harus bagus dan bisa dibaca.Ya udah deh kesimpulannya jagalah kesehatan hindarilah sakit”

No comments: