Thursday, July 2, 2015

Tarawih Malam ke 15 : Mesjid Nurul Abidin

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur'an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya. Subhanallah, menakjubkan! 

Mesjid Nurul Abidin terletak di perumahan Citra Batam-Batam Center. Perumahan ini tergolong tua di Batam. Tahun 1994 saja sudah ada, sama seperti Orchid, Rosedale, Palm Spring-Batam Center. Ukuran tanahnya luas, rumah couple semua. Saya masih ingat dulu rumah-rumah di citra Batam ini banyak kosong dan lapuk dan rusak dan sepi.

Mesjid ini tergolong kecil namun ruang sholatnya terdiri dari lantai dasar dan lantai 1 (dua lantai), lumayan mega tapi sederhana. Saya lihat di bahagian depan kanan dan kiri terdapat kamera CCTV, sepertinya merekam masuk-keluar manusia (maaf saya tidak sebut jamaah..karena belum tentu yang masuk ke mesjid adalah jamaah), mungkin saja orang yang ingin di pantau orang yang mengintai dan mencongkel kotak infak milik mesjid. Kasus kehilangan uang dalam kotak infak banyak terjadi dimana-mana.

Hal ini patut menjadi pelajaran, agar panitia atau pengurus mesjid memikirkan agar kontak infak yang tidak bergerak (umumnya lebih besar dan 24 jam ada uangnya) bagaimana caranya agar lebih aman dan lebih baik. Misalnya menyatu dengan bagian tiang, dinding mesjid maksud saya dirancang sedemikian rupa; sehingga tidak mengganggu keindahan, mengurangi ruangan/tempat duduk/sholat para jamaah. Ketika jamaah yang ingin menginfakkan uangnya cukup dari luar dan uang itu sangat aman. Saya ada melihat kotak infak besar disebuah mesjid berbahan besi/baja (safety box) dirantai besar dan digembok ke tiang mesjid, lalu ada anak-anak menggunakan hal itu sebagai tempat mereka duduk-duduk, padahal dikotak infak itu ada ditempel ayat suci al qur'an.

Pak ustad Hidayat penyampai 'kultum' menjelaskan manfaat membaca Al Qur'an bagi kesehatan Tubuh dan perkembangan otak. Kata Pak ustad pernah mendengar (nada bertanya tapi bukan untuk dijawab) 'mendengarkan musik klasik dapat mempengaruhi perkembangan otak janin dalam kandungan'. Pendengaran memang mempengaruhi mata, otak, hati dan penca indra yang lain, melalui pendengaran reaksi tubuh dapat terjadi. Tapi kemudian hasil penelitian kata pak ustad mendengarkan musik klasik tidak terbukti dapat mempengaruhi perkembangan janin dan otaknya. Bahkan kata ustad sudah terbukti secara ilmiah dengan membaca Al Qur'an dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan otak. Mohon maaf saya lampirkan disini bukan yang dijelaskan Pak Ustad tapi saya kuti dari Arrahmah.com. Kenapa saya tidak tuangkan disini?, karena apa yang dijelaskan Pak ustad saya tak begitu banyak ingat-tapi artikel di Arrahmah.com ini cukup mewakili dan setelah saya baca juga sedikit disebut Pak Ustad. Ini saya 'copy' dari Arrahmah.com.


(Arrahmah.com) – “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.
Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
Saya mohon maaf bila terdapat kesalahan dan mohon ampunan kepada Allah SWT, Semoga bermanfaat...aamiin.


No comments: