Tuesday, December 6, 2011

SUSU FORMULA LEBIH HEBAT DARI ASI?.

Susu Formula mengabaikan kehebatan manfaat ASI
Media televisi (TV) memiliki kelebihan-kelebihan yang tak dimiliki media lain, dan media yang paling efektif daya pengaruhnya. Televisi memiliki kelebihan mampu menyampaikan pesan melalui dua cara sekaligus gambar bergerak dan suara. Disamping itu media televisi adalah media yang paling banyak dimiliki masyarakat jika dibanding media lain seperti koran, radio, majalah. Selian itu televisi rasanya hampir dimiliki setiap rumah mulai satu buah hingga beberapa buah.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki TV, dipakai sangat maksimal oleh pengiklan seperti susu formula. Iklan susu formula yang tampil di TV umumnya memperlihatkan anak sebagai modelnya begitu cerdas, begitu, pandai, bagitu hebat dan memiliki kelebihan-kelebihan dibanding anak lain. Misalnya ada anak yang mampu menggambar perkembangan ulat menjadi kupu-kupu, termasuk ketika hujan turun ia tetap mengamati sambil menggambar, dan kertasnya tidak basa, ajaib dan anak hebat, betukah karena susu formula?. Ada juga masih kecil sekali tapi sudah bisa mengancingkan baju sendiri dan membawa namfan berikut gelas untuk tamu, ada juga modelnya yang anak kecil, lebih kuat dan lebih tinggi dari anak-anak lain. Dan masih banyak lagi iklan-iklan susu formula yang memperlihatkan modelnya sangat hebat...betulkah semua itu.

Beberapa waktu yang lalu beberapa kalangan sudah menghawatirkan masalah iklan susu formula ini dan  meminta perhatian pemerintah, namun bukannya ditertib malah semakin gencar. Kenapa dipersoalkan?, karena iklan susu formula itu seolah lebih hebat dari ASI dan mengabaikan kehebatan manfaat ASI. Iklan-iklan susu formula itu juga hampir tidak ada yang menyampaikan, lampiran / himbauan agar para ibu tetap mengutamakan ASI, atau susu formula sebagai pendamping saja.
Secara klinis belum terbukti bahwa susu formula lebih hebat dari ASI, baik bagi perkembangan otak, fisik maupun mental sianak. ASI lebih hebat dari susu apapun dalam hal membangun kehangatan dan kedekatan ibu dan anak. Bahkan saya termasuk yang menyangsikan penularan penyakit melalui ASI (yang langsung) ke anak yang menyusui, kalau yang memakai media lain saya kurang tahu (maksudnya ASI itu disedot pakai alat dulu baru dimasukkan ke botol dan diberikan ke anak).

Celakanya karena gencarnya iklan susu formula di TV dengan permainan animasi, gambar dan kata-kata, semakin banyak pula orang tua yang percaya manfaat susu formula, bahkan semakin banyak pula yang semakin tergantung pada susu formula itu, harganya semakin mahal pula tu. Mereka semakin sepele dan semakin lupa bahwa ASI sebetulnya lebih hebat dari susu formula apapun. 

Jadi jangan biarkan otak anda diracuni iklan susu formula lebih hebat dari ASI. Tulisan ini semata-mata untuk mengingatkan, semoga membawa manfaat. amiin.

No comments: