Wednesday, December 21, 2011

KELAS SOSIAL; ANTARA SEMBAH DAN DISANGGAH.

Menurut hukum Allah SWT dan Hukum tertulis (baca buatan) manusia seperti Hak Asasi Manusia (HAM), manusia itu tidaklah berbeda kedudukan sosialnya satu dengan lainnya atau tidak boleh dikelompokkan berdasarkan kelas sosial. Tidak boleh dibedakan karena kedudukan, karena kekayaan, karena apa yang dimiliknya. Banyak manusia membenci dan menentang, menyanggah adanya kasta, kelas sosial, strata, piramidanisasi kelas manusia dari yang paling rendah hingga paling tinggi.

Namun  pada kenyataannya manusia sebetulnya menyukai, mengejar bahkan membeli kedudukan sosial demi gaya dan perubahan hidup. Baik disadari maupun tidak disadari pembentukan kelas sosial, kasta, strata, piramid kelas manusia terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Simaklan dalam angkatan bersenjata ABRI, Polisi, Pegawai Negeri kepangkatan dipakai untuk membedakan kelas sosial / piramidanisasi kelas manusia, itu kelompok yang secara sadar membentuk kelas sosial. Kelompok yang secara tidak sadar membentuk kelas sosial adalah seperti adanya pengelompokan manusia berdasarkan kelas atas, menengah, dan bawah. Kelompok inilah yang kini semakin banyak terdapat dimasyarakat.


Di India, berdasarkan agama yang mereka anut bahwa manusia itu terdiri dari kasta-kasta. Berdasarkan itulah orang India penganut hal ini dikelompokkan dalam aktifitas sehari-hari. Untuk merubah kastanya yang rendah banyak orang India membuat rekor-rekor dunia seperti; janggut terpanjang sedunia, kuku terpanjang sedunia, dan sebagainya, menggelinding ditanah paling lama dan paling panjang, atau prestasi lainnya.

Kalau di Tempat lain termasuk di Indonesia kelas sosial bisa dirubah dengan membelinya, bagaimana caranya?, Kelas sosial memangnya bisa dibeli?. Banyak orang percaya dengan membeli dan memakai barang/produk bermerek lagi mahal kelas sosial mereka akan meningkat menuju kelas sosial yang lebih tinggi. Mereka beranggapan apa yang dipakai mulai dari bagian kepala, leher, dada, tangan, jari hingga kaki menunjukkan kelas sosial, sehingga kelompok ini selalu ingin memilik barang/produk bermerek, berkelas lagi mahal. Kelas sosial juga bisa dibeli dengan memiliki rumah / tempat tinggal yang mahal, menyekolahkan anak di luar negeri atau membeli gelar akademik walau entah kapan dan bagaimana ia kuliah atau mendapatkan gelar itu, tiba-tiba saja sudah ada gelar MM dibelakang namanya.

Diawal tulisan saya sebut bahwa manusia sebenarnya membenci bahkan menentang/disanggah adanya pengelompokan manusia berdasarkan kelas sosial, kasta, strata, tapi dilain pihak manusia juga sebenarnya menyenangi/disembah adanya pengelompokkan manusia berdasarkan kelas sosial, kasta, strata. Senang to... kalau disebut berkelas, Dan marahkan kalau disebut tidak berkelas. KELAS SOSIAL; Antara disembah dan disanggah.


No comments: