Thursday, June 9, 2011

MEMANG KITA AGAK SUSAH DIATUR.

Mengapa saya menulis dengan judul itu?. Coba anda simak bagimana orang-orang kita yang menggunakan jalan raya, atau pengguna fasilitas publik (fasilitas untuk umum) lainnya; WC umum, kereta api, angkutan kota, terminal, tempat buang sampah, parit, dan sebagainya karena terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu diruang yang kecil ini. Anda bisa sebutkan atau membayangkan fasilitas umum lainnya.

Mari kita simak pengendara sepeda motor, dalam memakai helm saja seperti terpaksa, atau jikapun pakai sangat seadanya. Mereka memahami guna dan kewajiban menggunakan helm ketika berkendaraan. Tapi kalau tidak ada polisi dan menangkap mereka, helm itu tak penting, jadi mereka akan pakai helm karena polisi, bukan karena kesadaran dan demi keselamatan kepala mereka. Himbauan untuk tidak menggunakan HP saat mengendarai sepeda motor atau menyetir mobil juga tampaknya tidak berhasil, kecuali ada razia atau ditangkapi. Jadi teringat cerita berikut Pak Kosim tergesa-gesa berangkat kekantor karena hampir terlambat sehingga tidak memerhatikan rambu lalulintas lagi, Pak Polisi melihat pelanggaran yang terjadi lalu di sepriit.

Polisi: "Pagi, mana sim?".
Kosim:"Ke kantor pak!.
Polisi: "Mana sim?". Polisi mulai kesal
Kosim:"mau kekantor!".
Polisi:"Kamu mempermainkan aparat, ditanya mana sim, dijawab kekantor, kutilang kamu!".
Kosim:"Bapak bilang saya kutilang, bapak ular".

Waktu saya bekerja di Lobam-Bintan dulu, saya pernah punya pengalaman hebat ketika mewajibkan karyawan yang menggunakan sepeda motor kekantor harus menggunakan helm, jika tidak memiliki surat izin mengemudi dan tidak  memakai helm, tidak diizinkan memarkirkan kendaraan di area perusahaan. Saya banyak sekali menerima pertanyaan, dan kecaman. Ada yang bilang helm tidak ada hubungan dengan produktifitas, ada yang bilang kalau dekat tidak perlu pakai helm, kawasan industri tak perlu helm, bikin helm mahal minta bantuan perusahaan, tidak ada waktu untuk mengurus helm, dan banyak lagi argumen mereka yang kelihatan rasional, dan hebat tapi sesungguhnya terlihatlah kualitas mereka. Keharusan penggunaan helm itu ditentang keras padahal saya hanya menyampaikan kewajiban undang-undang


Masyarakat kita sepertinya tidak mengerti/memahami dengan himbauan dan peraturan yang dibuat dengan sopan dan persuasif, contoh kalimat-kalimat berikut yang biasa kita baca:

"Jangan buang sampah disini"
"Dilarang kencing disini"
"Harap antri"

Na..kalimat-kalimat indah dan persuasif diatas tidak akan efektif, tapi kalau kalimatnya dirubah lebih kasar baru akan efektif, misalnya menjadi:

"Hanya binatang yang buang sampah disini"
"Anjing yang boleh kencing disini"

Setelah itu baru orang kita baru memahami dan bisa diatur, untuk 'harap antri' akan efektif jika dibuat pagar pembatas antrian. Begitulah kita dan terkadang akan tertawa menemukan kreatifitas serta alasan-alasan yang muncul. Dan selalu saja ada alasan bagi mereka untuk mempertahankan diri atau alasan mengapa mereka melanggar. Sepertinya sebuah aturan dibuat untuk dilanggar itulah 'anehnya dot' di masyarakat. Bahkan masih banyak yang merasa bangga jika melanggar tapi tak diapa-apakan polisi atau aparat. Di Batam juga begitu yang patuh dijalan itu umumnya hanya disekitar jodoh, nagoya. batam center, baloi atau daerah tertentu lainnya, selain itu banyak yang tak ikut aturan.

Saya juga heran orang kita mau teratur dan disiplin jika orang asing yang memerintahkan, itulah yang saya temukan ketika saya beberapa kali bekerja di perusahaan-perusahaan milik dan pimpinannya orang asing. Bahkan orang kita suka sekali menjual nama / pimpinan orang asing agar sebuah aturan dikuti dan dijalankan. Sementara jika orang kita yang mengeluarkan aturan sesama orang kita perang dingin bahkan saling sikut. Orang kita tenyata dalam hal aturan dan aturan masih suka dalam suasana penjajahan.

Semakin hari bukannya semakin teratur masyarakat kita, tapi semakin semraut dan sesuka hati serta bebas cendrung tak mau diatur. Orang-orang seperti itu akan mudah kita temua dimanapun dari sabang sampai merauke, dan semakin banyak yang stress dijalan karena macet dan ketidakteraturan itu. Semoga kita semakin teratur dan bisa diatur.
Enhanced by Zemanta

No comments: