Monday, March 28, 2011

SEBUAH PERTEMUAN, TAQDIR.

Minggu tanggal 27 Maret 2011, seperti biasa saya mengantar istri ke pasar, namun kali ini agak berbeda.. Mengapa begitu?, karena ada perbedaan-perbedaan dari kebiasaan yang kulakukan, apa itu?.


Pertama saya sama istri biasanya pergi kepasar (Mega Legenda) mendekati pukul 07.00 pagi, kali ini entah mengapa kami pergi ke pasar sekitar pukul 09.00 pagi. Kedua biasanya saya mengikuti istriku dari belakang untuk mengelilingi pasar (hunting) kebutuhan yang diperlukan, kali ini entah kenapa saya berujar sama istriku untuk tidak ingin ikut mau lihat-lihat suasana didepan pasar. Ketiga biasanya kami kalau mau minum atau sarapan di pasar itu hanya masuk di dua kedai kopi langganan kami, tapi kali ini entah kenapa saya seolah digiring untuk masuk ke kedai kopi yang belum pernah kami masuki sejak dibuka / beroperasi.

Pagi itu sebelum berangkat ke pasar, saya memang sudah sarapan dirumah. Dengan alasan sambil menunggu istri selesai belanja masuklah saya ke kedai kopi / tempat sarapan yang letaknya persis di depan pasar dan kedai kopi ini sejak dibuka belum pernah kami kunjungi. Lalu saya mencoba memilih tempat duduk yang strategis sehingga saya berharap jika isri saya selesai belanja dan keluar dari pasar saya bisa langsung melihatnya.

Saat menuju kursi yang saya hendak duduki, terlihatlah satu wajah yang tak asing lagi bagi saya, sedang sarapan bersama istri dan seorang anak kecil. Sudah enam tahun lebih tak bertemu dan dengar tentang dirinya. Saya kenal dan sering bertemu ketika saya masih bekerja di Lobam-Bintan dulu. Sekitar tahun 2004 kebawah saya hampir tiap bulan ke Tanjung Pinang, salah satu tempat yang saya kunjungi jika bertugas ke Tanjung Pinang adalah kantor ASKES, kebetulan perusahaan tempatku bekerja mengasuransikan kesehatan karyawan menggunakan ASKES SUKARELA. Na..laki-laki yang tak asing bagi saya itu bekerja di kantor ASKES Tanjung Pinang.

Aku langsung menyapanya dan iapun langsung berdiri dan menyalami saya. Lalu terjadilah percakapan diantara kami, ya..biasalah tentang kerja dimana, tinggal dimana, sejak kapan pindah ke Batam, kedaan masing-masing serta teman-teman seperjuangan dulu. Kehangatan sungguh terasa karena kami sudah lama tak berjumpa. Sungguh saya meyakini kalau peristiwa pertemuan yang kemarin saya alami benar-benar merupakan kehendak Allah SWT, pertemuan itu telah di taqdirkan.

Sebuah pertemuan sungguh benar-benar Allah SWT yang atur dan kita tidak akan pernah mengetahui kapan kita akan bertemu dengan seseorang dan kapan pula harus berpisah. Rahasia seperti itu hanya milik Allah SWT, kita hanya bisa merencanakan sebuah pertemuan namun hanya sebatas rencana. Karena pertemuan itu pula lalu menyambungkan silaturrahim saya dengan teman yang lain yang juga telah lama tak bertemu atau sudah lama tidak saling menelpon. Orang yang sekian lama tidak kita jumpai, tidak didengar begitu kita jumpai dan dengar akan begitu menggairahkan perasaan dan menyenangkan. Apalagi kalau persahabatan yang terjadi dimasa lalu begitu mulus dan indah untuk diingat, maka pertemuan berikutnya akan mengingat ulang kebahagian dan kesenangan masa lalu. Memang tidak dianjurkan memutus silatirrahim, karena silaturrahim manfaatnya banyak sekali.

No comments: