Friday, November 19, 2010

PASAR KAGET-JODOH BATAM.


Bisa Jadi Objek Wisata.

Pagi minggu tanggal 14 Nopember 2010 lalu aku mengunjungi lagi pasar kaget Jodoh (pasar pagi barang bekas) Batam, setelah sarapan makanan khas India, martabak telur dan roti cane di restoran Martabak Har, aku dan istriku iseng jalan-jalan  kesana. Kebetulan lokasi dari restoran itu cukup dekat dengan lokasi pasar kaget itu.

Wah..ternyata semakin ramai saja dan semakin banyak pula yang berjualan. Kalau tahaun lalu, yang berjualan hanya dikiri kanan jalan sekarang ditengah jalanpun sudah ada yang menggelar dagangan. Lihat pula yang datang kesana, bukan orang Batam saja yang tergolong kelas bawah, kelas menengah keataspun ada yang kesana. Bahkan saya mendengar sekelompok orang luar daerah yang aku bisa tandai dari cara mereka berkomunikasi, berpenampilan dan kurang mengenal lokasi itu dengan baik.

Benar-benar ramai, lalu semakin banyak aneka barang yang dijual. Alhmadulillah, aku tanpa sengaja menemukan tas kamera masih mulus berbahan kulit, murah sekali cuma Rp 40.000,-, murah karena aku membeli tas kamera berbahan parasut tahun 2008 Rp 150.000,- ukurannya lebih kecil dari tas berbahan kulit yang baru kubeli. Walaupun sebahagian besar yang dijual disana adalah barang bekas dari negara tetangga, namun bila anda beruntung anda akan menemukan barang dalam kondisi baik / mulus bahkan dapat menemukan barang yang benar-benar baru dengan lebelnya yang masih tergantung. Dan jika anda belanja pakaian disana pada hari kerja akan mendapatkan harga yang cukup murah rata-rata berskisar Rp 5000,- hingga Rp 15.000,- tapi bila hari libur (Sabtu dan Minggu) harganya rata-rata berkisar Rp 10.000,- hingga 50.000,-. Tentu saja anda harus menawar. Untuk pakaian bermerek seperti levi’s mereka menawarkan harga diatas Rp 100.000,-.

Jalan didepan Ramayana dan Avava departemen store Jodoh itu mungkin tidak sampai 100 M digunakan para pedagang pasar kaget untuk berjualan dari jam 07.00 pagi hingga 11.00 siang itu. Saya kira perputaran uang disana cukup tinggi. Namun sayang Pemko Batam sepertinya tidak menangkap itu sebagai peluang atau mengabaikannya.

Coba ditata dan dibuatkan peraturan yang baik dan konsisten sehingga pasar kaget itu menjadi salah satu objek wisata unggulan Batam seperti Malioboronya Yogyakarta, bersih, rapi dan dicintai masyarakat. Aturan yang paling mungkin dan sangat sederhana adalah, melarang sepeda motor dan kendaraan lainnya masuk / melewati jalan itu selama jam pasar kaget (jam 07.00-11.00), tapi jangan pula karena penataan dan aturan yang dibuat justru menimbulkan biaya tinggi. Coba perhatikan sekarang ini, para pedagang itu dipungut biaya, tapi tidak tahu siap yang memungut?, untuk siapa?, kemana biaya pungutan itu?, untuk apa?, dan apakah Pemko mengetahui itu?.

Pasar Kaget Jodoh-Batam ini memang layak menjadi objek wisata, sekaligus untuk mendukung dan memaksimalkan Jodoh Beulevard yang telah dibangun yang terbengkalai selama ini, kebetulan kedua lokasinya berhampiran. Pemko Batam bisa memikirkan hal itu, dan tak perlu malu atau gengsi mengakui keberadaan Pasar Kaget di Jodoh ini.

No comments: