Wednesday, November 3, 2010

BERKELAHI.

keakraban dalam pertemanan seringkali menghilangkan rasa hormat…

Tiba-tiba Manajer Produksi tempatku bekerja, menelponku lalu  mengatakan bahwa ada karyawan terlibat perkelahian. Saya langsung menuju tempat yang dia sebutkan. Ternyata dua orang yang terlibat perkelahian itu sudah didudukkan diruang pertemuan bersama dua orang supervisor produksi.

“Selamat pagi, ada apa ni?”
“Mereka berdua ini berekalahi, pak!” ujar salah seorang supervisor.
“Betul, kalian berkalahi?”. Keduanya mengangguk.
“Betul kalian berkelahi?”. Lagi-lagi keduanya mengangguk.
“Baiklah, saya tak perlu banyak tanya, pagi ini juga saya kembalikan kalian ke sekolah”.

Keduanya menunduk lesu, mungkin karena menyesal. Keduanya adalah anak PKL sebuah sekolah menengah kejuruan di Batam dan berada di kelas dua. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah kewajiban yang harus dijalani setiap siswa. Keduanya terlihat betapa menyesali perbuatan panas pagi itu dan mungkin terbayang akibat-akibatnya.

Berkelahi, di Perusahaan dan pada jam kerja adalah dilarang keras. Menurut Undang-undang ketenagakerjaan; karyawan yang terlibat perkelahian di Perusahaan, dapat diberhentikan. Apalagi anak sekolah yang hanya diberi kesempatan oleh perusahaan untuk belajar.

Setelah tanya sana-sini, penyebabnya cukup sepele saling bercanda (ejek) merek sepeda motor yang dimiliki, yang satu Honda yang satu Suzuki. Lalu salah satunya panas dan menolak kepala kawannya yang ditolak kepalanya tak terima langsung menumbuk kawan bercandanya dan terjadilah perkelahian itu. Mereka bermaksud belajar (PKL) di perusahaaan yang ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah, seyogyanya berkelahi tidak masuk dalam program PKL.

Begitulah, keakraban, kedekatan dalam pertemanan seringkali menghilangkan rasa hormat satu sama lain. Bercanda, saling ejek sering kali melewati batasan-batasan dan sering kali pula rahasia sesama terungkap tanpa disadari. Keakraban, kedekatan dan kekompakan disalah artikan seolah membolehkan bercanda apapun, mengejek apapun. Akibatnya ada yang tak tahan lalu timbullah perselisihan bahkan perkelahian. Ah..menyesal memang selalu datang belakangan.

No comments: