Friday, November 5, 2010

MENGAPA PESAWAT QANTAS, TAK MENDARAT DI BATAM?.



Kamis pagi tanggal 04 Nopember 2010, sebuah pesawat tiba-tiba mengeluarkan bunyi yang sangat dahsyat di udara Batam, warga yang segera melihat sumber suara dan ada warga yang berhamburan keluar rumah. Banyak warga yang sempat melihat pesawat itu berasap dan melihat benda berjatuhan dari pesawat itu. Alhamdulillah, hingga hari ini tidak ada laporan korban jiwa, padahal Batam Center termasuk yang pada penduduknya. Warga Batam langsung heboh bahkan dunia juga ikut heboh karena dukungan infomasi yang luar biasa sangat cepat menyebar melalui berbagai media, TV, Internet, Handphone dan sebagainya. Namun begitu, masih ada juga beberapa informasi yang kurang akurat yang tertulis di Dunia Maya itu misalnya PT AMTEK tertulis PT YAMTEK. Perumahan Golden Land tertulis Golden Lane, SD 007 tertulis SD 07. Mungkin wartawannya tergesa-gesa menulis, atau hal itu dianggap bukan hal yang penting atau wartawannya belum begitu mengenal Batam.

Dalam berbagai percakapan warga kota Batam, mengenai pesawat yang menghebohkan itu muncullah pertanyaan berikut; “Kenapa, Pesawat itu (Qantas), tidak mendarat di Batam,?”.

Banyak sekali jawaban mereka yang pada umumnya nyeleneh dan mungkin itulah gambaran kita yang sebenarnya (walau ini tidak bisa dijadikan pegangan). Apalagi berbagai bencana yang kerap terjadi di Negeri ini cukup menggambarkan jawaban-jawaban nyeleneh mereka. Berikut berbagai jawaban mereka.

Susah, birokrasinya berbelit-belit, nanti keburu meledak”.
Susah koordinasi sesama instansi terkait”.
“Nanti di pungli, bantuannya di sunat”.
“Nanti, diminta uang kontan sebagai jaminan, seperti masuk rumah sakit”.
“Nanti, terlalu banyak penontonnya, menyusahkan evakuasi”
“Nanti, banyak yang aji mumpung termasuk jualan asongan, pasar kaget”
“Nanti jawabannya, pasukan pemadamnya masih antar anak sekolah, masih ngopilah”.
“Nanti jawabannya paramedisnya, belum datanglah”.
“Nanti banyak bendera partai politik”.
“Nanti banyak calon walikota Batam yang berkunjung, mereka ingin kampanye ditengah kesusahan orang lain”.

Saya kira, kita tak bisa memungkiri jawaban itu, dan masih banyak lagi jawaban-jawaban mereka. Pilot Qantas tentu memiliki alasan sendiri, mengapa mendarata darurat di Singapura. Kita tentu saja tidak boleh marah karena itu, jawaban masyarakat yang polos dan apa adanya serta terus terang mungkin meniru, apa yang selalu terlihat dan terdengar di televisi kita yang berkaitan dengan; birokrasi, koordinasi, pungli, aji mumpung dan sebagainya yang sulit. Setiap ada bencana terlihat dan dirasakan kurang sigap atau lamban. Kita sepertinya tidak bisa menjadikan “pengalaman menjadi pelajaran yang berharga”.

Udara Batam memang tanpa henti dilalui pesawat baik yang datang dan pergi melalui Batam sendiri maupun pesawat-pesawat yang datang dan pergi di Singapura. Pesawat-pesawat itu terkadang terbang begitu rendah dan frekwensinya sangat tinggi selama 24 jam. Apakah kita mendapat keuntungan, udara kita dilalui pesawat-pesawat itu, entahlah….

No comments: