Monday, November 8, 2010

KEMATIAN SEHARUSNYA MENJADI NASEHAT YANG PALING BAIK...


Senin tanggal 08 Nopember 2010 jam 11.00-11.30, aku memang sudah janji melalui telepon dengan suami salah seorang pekerja. Menurut informasi yang diterima sakitnya sudah 2 minggu lebih dan semakin hari semakin memburuk kondisinya dan informasi tentang penyakit yang dideritanyapun semakin simpang siur. Aku dan atasan sipekerja menelpon dan mengundang suami sipekerja untuk datang ke perusahaan guna mendapatkan informasi yang lebih akurat dan membawa dokumen yang dibutuhkan perusahaan seperti surat keterangan sakit, surat istirahat dan sebagainya.

Sekitar jam 09.15 diberitahu satpam bahwa suami sipekerja sudah tiba, “lo kan janjiannya jama 11.00-11.30, kenapa sekarang ya…datangnya?”, ujarku pada stafku. “Tapi ayolah kita temui saja sekarang”, ujarku lagi padahal stafku terlihat masih ingin menjelaskan sesuatu.

“Pagi, pak saya Ronal suami…..”
“Pagi, silahkan masuk ke ruangan ini saja” ujarku sambil membukakan pintu ruangan. Ia kelihatan tenang dan tidak menunjukkan perasaan yang kalut atau sedih.
“Sikahkan duduk, disebelah sana”, iapun duduk.

Lalu saya memulai pembicaraan, dengan menanyakan kondisi istrinya. Ia lalu menerangkan bahwa hingga Sabtu kemarin kondisinya semakin memburuk, Sabtu kemaren kakak saya mengantar ke Yogyakarta atas desakan kedua mertua saya. Kemudian ia menjelaskan agak panjang lebar tapi tak kunjung menjelaskan kondisi terakhir istri, lalu saya tanyakan sekali lagi kondisi istrinya.

Kemudian ia terdian dan matanya berlinang, “tadi malam ia sudah mendahulu dan sudah tiada pak”. Saya langsung mengucapkan “Innnalillahi wainnaillaihi  rojiun”. Laki-laki  muda itu terlihat menahan tangisan namun tak kuasa menyembunyikan kesedihan yang mendalam, matanya berlinang, barkaca-kaca, karena itu istrinya belahan jiwanya.

Sebenarnya istrimu sakit apa?. Hingga ajalnya dijemput dokter tidak dapat menjelaskan, kamipun tidak tahu apa penyakitnya, dokter malah meminta kami membawanya pulang karena penyakitnya tidak diketahui. Kamipun lalu berusaha menggunakan pengobatan  alternatif / orang pintar, menurut mereka memang ada yang menanam sesuatu kedalam tubuhnya dan itu sudah lama hingga sudah mendarah daging, sehingga sulit untuk dikeluarkan semua, 3 berhasil dibuang satunya lagi masih bertahan dalam tubuhnya, matanya kembali berlinang akupun jadi merinding mendengar ceritanya (tulisan ini saya sensor, termasuk bagaimana keadaan istrinya disaat-saat terakhir). Bapak islam jugakan?, entahlah pak…ini antar percaya dan tak percaya, itulah yang terlihat dan terjadi pada istri saya. Usia pernikahan mereka baru 9 bulan.

Dunia yang sangat moderen seperti sekarang ini, masih ada yang menggunakan / memakai dunia hitam, santet menyantet. Orang sakit hati, orang tidak siap bertanding, orang tak siap kalah, maka dendam membara didada dan cara-cara setan dipakai. Setan itu memang jahat dan tak bertanggungjawab, tapi sesugguhnya yang memakai jasa setan lebih jahat dan lebih tidak bertanggungjawab. Bergaullah dengan baik, kalaupun harus menolak persahabatan / cinta tolaklah dengan baik dan halus.

Apakah mereka mengerti agama, cukup mengerti!, cuman lemah imannya. Semoga kamu sebagai suaminya tabah dan keluarga yang ditinggal juga tabah, dan semua ini menjadi yang terbaik untuk kamu dan istrimu. Amiiin. Kematian seharusnya tetap saja menjadi nasehat yang paling baik, karena semua kita pasti akan mengalaminya. Semoga hidup kita lebih berarti dan semakin lebih baik menurut ALLAH SWT, amiiin. 'Ya, Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Wafatkanlah aku sekiranya itu lebih baik bagiku'." (HR Bukhari Muslim)

No comments: