Wednesday, July 21, 2010

TOLONGLAH AKU.

Cerita berikut terjadi Hari minggu 18 Juli 2010, saat aku mau berangkat tidur sekitar pukul 22.00. Tiba-tiba diluar terdengar keributan, aku segera menyibakkan gorden untuk mengintip kejadian diluar, ternyata ramai disana. Aku segera mengganti pakaianku dan berkata pada kedua anakku yang kebetulan belum tidur. “Kalian didalam saja ya”.

Sampai ditempat kejadian, terlihat ada seorang pria tangan kanannya dilipat kebelakang oleh pria lain, sementara tangan kirinya dipegang kuat-kuat oleh seorang wanita sambil memegang HP dan terus berbicara meminta lawan bicaranya agar segera datang dialamat yang dia sebut secara berulang-ulang. Pria yang dipegang pria dan wanita itu terus memberontak. Pak RT kelihatan juga berusaha meleraikan dan membantu.

Kemudian terdengar ocehan pria yang dipegang oleh pria dan wanita itu. “saya ini sehat, saya ini tidak sakit, saya disekap oleh mereka ini, karena saya baru saja menjadi muslim, kalau bapak-bapak tidak percaya tanyakan saja, datangkan saja ustad ….(saya lupa namanya) mesjid Quba” (salah satu mesjid terdekat dari RT kami). Mendengar hal itu Pak RT langsung bilang, “Ooo itu masalah keluarga, saya harap kalian segera selesaikan secara kekeluargaan, jangan ribut disini”. Saya maklumi tentu Pak RT tidak mau didaerahnya ada keributan yang dilakukan oleh bukan warganya.

“Pak, Bu tolong saya, kalian harus percaya sama saya, saya ini mau menikah dengan seorang wanita muslim, orangtua saya tidak setuju, makanya saya disekap dan tempat lesnya ditutup, pak tolonglah saya”. Semua ocehannya tidak digubris pria dan wanita yang memegangnya. Pria itu terus menghiba dan minta tolong. Kemudian ada yang berbicara dan terdengar oleh saya kalau bapak itu membuka les di mega legenda dan sayapun langsung mengajaknya bicara.

“Bapak yang mengajar anak-anak Bahasa Inggris ya?” ujar saya.
“Anak Bapak ikut les …ya. siapa nama anak Bapak?”
“Farras”
“Ya itu benar murid saya, saya juga punya murid disini namanya Gilda, mereka adalah anak-anak saya yang baik dan cerdas”.

Mampu mengingat dan menyebutkan nama-nama muridnya dengan cepat dan lancar dalam hati saya orang ini benar dan sehat. Ternyata siangnya istri saya ditelpon, orang yang mengaku dari tempat les anak saya, dia meminta istri saya datang untuk mengambil sisa uang les yang telah dibayar dimuka, padahal hanya tinggal 1 hari lagi periode pembayaran 3 bulan pertama berakhir. Jarang ada yang seperti itu, memang sedikit aneh,..dan memungkinkan ada masalah besar…Orang-orang benar-benar iba dan terharu melihat pria itu, terutama ibu-ibu dan remaja putri, namun hanya bisa itu, tak bisa berbuat lebih banyak, mungkin karena tak ada yang mengenalnya, jadi ragu untuk menolong.

“Pak,...tolong saya, apa kalian tidak percaya sama saya, saya sudah dewasa berhak untuk menentukan nasib saya sendiri, saya tak ingin diserahkan pada polisi suruhan mamak saya”, sambil memberontak. Wanita yang memegang tangan kiri pria itu terus meminta polisi yang ia telepon segera datangi, sementara orang semakin ramai dan riuh, selain itu juga mereka mulai malu dan kewalahan. Dalam kejadian yang ramai, gaduh, tegang dan terlihat tak biasa itu tetap saja ada yang lucu dan dapat dipetik pelajaran serta hikmahnya.

Kejadian lucunya adalah, tiba-tiba datang sepeda motor yang dikendarai seorang pemuda. Motor itu langsung ia parkir persis disamping pria yang dipegang kuat-kuat itu dan tentu saja ditengah keramaian, tanpa ada kecurigaan, tanpa tanya sani-sini, sepertinya dia tidak melihat yang hal mencurigakan walau orang ramai dan riuh. Dia benar-benar pria punya selera cuek yang tinggi. Yang lain langsung tertawa sambil ngoceh, melihat kelakuannya yang rada kurang beres itu dan untung ada warga yang segera menegurnya dan meminta memarkirkan sepeda motornya ditempat lain. “Yalah..aneh orang itu, ramai begini hampir tengah malam lagi, masak gak pake nanya-nanya” ujar seorang ibu.

Pelajaran dan Hikmah yang dipetik adalah, manusia tetap saja hanya mampu menonton atas penderitaan orang lain, hanya sedikit sekali orang-orang yang benar-benar ingin menolong. Harap dimaklumi zaman sekarang orang lebih baik menghindar, dan cari aman. Dari pada waktunya tersita bolak-balik berurusan dangan polisi, sedangkan perusahaan tempat bekerja juga tidak mau tahu urusan karyawannya yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, kalaupun diberi kelonggaran, tentu terbatas.

Pelajaran yang lain tentu tidaklah mudah menghadapi perubahan, apalagi perubahan itu menyangkut perubahan iman. Godaan dan tentangan keluarga serta lingkungan tentu berat. Bisa berupa siksaan fisik dan kejiwaan, bisa berupa blokade ekonomi dan fasilitas. Kalau kita tak yakin dan tidak kuat dengan perubahan yang kita pilih kita bisa digilas perubahan itu sendiri. Pria ini salah satu contohnya, ternyata masalahnya kemudian tidak sekedar pindah agama, tapi sudah melebar entah kemana-mana, cinta, keluarga, ekonomi bahkan kelompok agama. Tak lama kemudian datang mobil polisi, sudah tentu dengan polisinya untuk mengamankan pria malang itu. Kamipun para warga tak mampu berbuat banyak hanya jadi penonton. Ya. Allah jika ENGKAU telah beri hidayahmu pada Pria itu berikanlah ia kekuatan, cahayaMU dan konsistensi, jangan biarkan ia menderita dan kembali seperti semula. Ya mungkin itulah sementara yang dapat kulakukan dan yang paling sederhana.

No comments: