Friday, July 2, 2010

Orang Tak Waras, Menasehati Orang Waras.

Sehat Badannya, Belum tentu Sehat jiwanya

Tulisan ini tidak bermaksud menggurui, tapi sekedar berbagi sebuah pemikiran untuk menjadi inspirasi, bagi semua yang membaca. Semoga bermanfaat.

Mesjid Baitusyakur Jodoh-Batam, salah satu mesjid yang sering saya kunjungi untuk sholat. Mesjid ini sudah tergolong tua jika dibandingkan dengan mesjid-mesjid yang ada di Batam. Jamaahnya lumayan banyak disetiap sholat lima waktu dilaksanakan, mungkin karena diapit 3 hotel besar, beberapa bank nasional dan pekantoran lainnya serta pertokoan yang banyak dihuni pekerja formal dan informal dengan menyewa atau disewakan oleh kantornya disana.

Ada seorang pemuda yang sering menjadi perhatianku secara tak sengaja, di mesjid Baitusyakur ini. Perilakunya baik sebelum dan sesudah sholat yang memancing untuk memperhatikannya. Ia pernah berdoa dengan mengangkat keduatangannya setinggi-tingginya, belum aneh. Ia juga pernah meludah didalam mesjid, agak aneh, ia juga pernah setelah usai sholat langsung kebelakang menyibakkan kain pembatas jamaah wanita lalu mengintip jamaah wanita disana, lebih aneh. Seolah tak ada yang salah setelah itu ia langsung keluar. Aku penasaran, mencoba bertanya.

Orang-orang yang kutanya, adalah orang yang memang sudah biasa sholat berjamaah disana. Mereka menjawab itu adalah orang yang kurang waras. Ah..aku jadi maklum, tapi sedikit jadi miris jika membandingkan dengan orang yang waras. Coba bandingkan jumlah yang waras dengan jumlah yang tak waras, siapa yang lebih banyak. Lalu bandingkan pula berapa jumlah orang yang waras melaksanakan sholat dengan jumlah orang tak waras tapi sholat, mana yang lebih banyak.

Secara gampang anda / kita akan menjawab lebih banyak jumlah yang waras dan lebih banyak jumlah orang waras yang tidak sholat. Pemuda ini sesungguhnya secara fisik terlihat sehat dan tidak terlihat pula tanda-tanda cacat, namun jika melihat perilakunya dalam mesjid yang tidak lajim orang menyebut jiwanya sakit. Tapi ironiskan?.

Setidak pemuda ini telah mengajarkan/memberitahukan sesuatu pada banyak orang, terutama pada orang-orang yang mengaku sehat fisik dan jiwa. Dia yang dianggap tidak waras saja mau ke mesjid dan ikut sholat, terlepas apakah itu halal atau tidak dan syah atau tidak. Bisa jadi pemuda ini ingin mengatakan siapa sesungguhnya yang sakit?. Hal yang lain yang mungkin pemuda ini ingin katakan yang waras kok tak percaya atau tak peduli Tuhan dan agama. Saya yang kalian anggap tidak waras masih mau ke Mesjid ketika mendengarkan azan lalu sholat berjamaah. Padahal dalam agama Islam orang yang sakit jiwa memang tidak diwajibkan sholat / sholatnya tidak syah. Banyak orang yang secara fisik terlihat bugar dan sehat namun secara kejiwaan mereka tidak sehat, salah satunya kerena panggilan dari Maha Kuasa melalui Azan malah diabaikan, na coba kalau dipanggil bos / atasan????.

No comments: