Monday, June 21, 2010

MADU


Kata Yang Tidak disukai Banyak Wanita?. Kenapa??
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl: 68-69) Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini?
Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:
Mudah dicerna: Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik. Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan. Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. . Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut "efek inhibisi". Manfaat lain MADU, bisa mengobati luka karena lecet atau terbakar, mengobati masuk angin. Sembelit, maag, diabetes, anemia, pilek, batuk, dan banyak lagi.

Tidak dipungkiri madu begitu banyak manfaatnya, bagi manusia. Namun kata MADU sungguh banyak tidak disukai sebahagian besar wanita. Padahal madu manis, enak lagi bergizi. Kenapa madu tidak disukai sebahagian besar wanita?. Karena wanita takut, karena wanita tidak ingin suaminya pindah kelain hati, karena wanita lebih menggunakan perasaan / emosinya dari pada akal sehatnya. Wanita mahluk yang halus perasaannya, tapi mereka bukan mahluk halus. Adakah wanita suka racun?, sudah tentu tidak ada wanita yang memilih racun?. Entah dari mana kata “Dimadu” muncul untuk menggambarkan seorang suami menikah lagi, maka istri pertama disebut dimadu. Benar ya..?. Apakah bentuk ketakutan itu, bahagian dari setan?, Entahlah…

Untuk mendapatkan madu asli lebih sulit, perlu ketelitian, perlu kewaspadaan. Dahulu sangat mudah dilakukan dengan beberapa cara berikut; menuangkan madu dilidi, jika madunya menetes berarti palsu, madu tembus koran maka dianggap palsu, madu yang dikerumuni semut juga palsu. Tiga cara diatas sudah dapat diatasi oleh para pemalsu madu, teknologi kimia bisa membuat madu seolah asli tapi palsu. Lalu bagaimana cara sederhana mengetahui madu asli atau tidak. Lakukanlah cara sederhana berikut, aduklah madu itu dalam air putih/jernih jika keseluruhan air itu tetap keruh setelah beberapa saat maka madu asli. Bakarlah madu itu diatas sendok jika asli madunya tidak keras setelah didinginkan kembali atau tariklah madu yang telah dibakar itu dengan sendok lain sehingga membentuk benang/tali jika tidak putus dan tidak mengeras maka asli.

No comments: