Tuesday, June 9, 2009

ORACLE ( baca ORAKEL)

Yang Tak Waspada Bisa Jadi Korban

Ini bukanlah istilah dalam dunia computer yang sangat terkenal itu, tapi ini adalah sebuah kependekan dari kalimat: Ora kelar-kelar. Maksudnya Tidak selesai-selesai, kasusnya terus ada tidak pernah habis atau selesai. Sudah berapa banyak orang mendapat musibah dikarenakan Handphone (HP), yang dijambret, kecelakaan, tertipu iming-iming, cerai, bunuh diri, ada pula yang terganggu akibat banyaknya penelpon/nomor yang masuk tidak dikenal dan tak jarang juga mengeluh karena pengeluarannya membengkak karena HP.

Berita di berbagai media masa tentang musibah yang berhubungan dengan HP ini sudah semakin sering, namun itu tidak membuat para pemilik HP peduli dan waspada sehingga musibah ini hampir setiap hari terjadi. Sekedar ingin menggambarkan. Ada dua kejadian musibah yang menimpa dua orang cewek akibat HP. Pertama hari ini tanggal 09 Juni 2009 penjabretan di Tanjung Piayu, Batam. Si Cewek dengan HP yang bagus sedang asyik-asyiknya menelpon di pinggir jalan, tiba-tiba dua orang yang berkendaraan sepeda motor menghampiri sicewek dan merampas HPnya, si cewek menjerit sejadi-jadinya, HP tetap tak kembali, orang-orang disekitar situ hanya jadi penonton.

Beberapa hari yang lalu, juga terjadi musibah di Legenda Malaka, Batam Centre. Ada seorang cewek yang berpenampilan ayu dan modis serta tak acuh pada sekelilingnya termasuk para ojek yang menegurnya untuk menawarkan jasa. Sicewek memang sudah berbicara melalui HP ketika turun dari angkot. Nah..Legenda Malaka itu jalannya menurun sicewek saking sibuknya berbicara melalui HP tak lihat jalan yang tidak rata, ngakak dan braak jatuh. Sakitnya tak seberapa tapi malunya itu lho…!.

Kasus-kasus dikarenakan HP, jadi orakel. Malah yang terjadi dan terlihat diberbagai tempat orang seperti tidak waras, tertawa, senyum dan muka marah sendiri. Dan semakin banyak orang merasa tidak lengkap, dan kelimpungan kalo HPnya tertinggal di rumah. HP kini seolah menjadi kebutuhan utama, kehidupan menjadi tidak normal karena HP. Apakah HP merupakan masalah?. Tidak letak persoalannya bukan di HP, tetapi pada manusia itu sendiri. Manusia telah menciptakan berbagai macam masalah dengan HPnya sendiri. Manusia tidak lagi mampu mengendalikan HP, bahkan memiliki dua hingga empat buah. Seharusnya HP untuk kebaikan dan kemudahan bagi manusia bukan bagian dari masalah.


Kolubi Arman

No comments: