Saturday, June 13, 2009

GIGI DAN TOILET





Adakah hubungan antara GIGI dengan Toilet?, toilet dimaksud adalah tempat kita duduk/jongkok untuk buang hajat. Hubungan kedua hal itu mungkin tidak ada (dalam benak kita), tapi cerita berikut mungkin bisa menggambarkan betapa ruwet, muram dan pusingnya seorang manusia akibat hubungan antara GIGI dan Toilet.

Alkisah ada seorang istri yang baru tiga hari memasang dua buah gigi palsu untuk gigi depannya yang sudah lama tanggal. Urusan rumah tangga dan menjaga kebersihan toilet sangat penting, demi untuk pemakai juga. Hal itu sudah menjadi kebiasaan sang istri sejak lama. Nah.. saat sang istri asyik menyikat toilet, eh… gigi palsunya terjatuh dan cilakanya masuk kedalam toilet. Masih bisa diambil lagi tapi untuk dipasang kembali, inilah yang membuat ruwet, pusing dan sangat menjijikkan serta jadi masalah, tidak tahaaaan membayangkannya. Tempat jatuhnya yang bermasalah. “kenapa kau harus jatuh dilubang itu sih?!” gerutu si istri. Pendek kata si istri benar-benar terganggu dan tak nyaman lagi, padahal sudah lama ia ompong dan tidak terganggu

Ketika sang suami pulang dari mengajar, istri tercinta sedih dan muram. Si istri mengadu kepada sang suami, mengenai hubungan gigi dan toilet itu. Sang suami tentu saja menahan geli dan merasa heran, bisa-bisanya hal itu terjadi?. Mungkin dalam benak sang suami apa istrinya sambil ketawa, atau sambil mangap, atau, ..atau…atau yang lain, entahlah!.

Ketika tiba pada saat istri merengek minta segera diganti. Sang suami tidak mau begitu saja menyetujui, malah sedikit marah, walau tahu akan segera kehilangan senyuman yang manis dan tertawa lepas sang istri dengan barisan gigi yang rapi, dia juga tahu istrinya akan malu kepada para tetangga. Memaksa istrinya untuk menggunakankan gigi itu kembali, alamaak… tidak tega. Hal yang menjadi pembicaraan sengit dan memanas antara mereka (baca suami dan istri) karena ongkosnya yang lumayan mantab (makan tabungan), tempat mengganti gigi yang jauh dan memakan waktu, maklum desa kecil di pulau Bintan. Kebutuhan lain yang lebih mendesak masih banyak yang harus dipenuhi.

Ketidakhati-hatian, dalam hal-hal kecil yang terjadi kadang-kadang bisa menimbulkan banyak sekali hal yang tak terduga bisa menimbulkan masalah yang rumit dan sedikit konyol, bahkan hubungan suami istri bisa memanas. Kita juga kadang-kadang sangat kehilangan, sedih, pusing untuk sesuatu yang kita miliki padahal selama/sebelumnya kita tidak memilikinya. Kita memang harus berhati-hati untuk kapanpun dan dimanapun. SEMOGA BERMANFAAT.

Kolubi Arman
Kisah ini terjadi akhir Mei 2009.

No comments: