Monday, June 1, 2009

KISAH NYATA

BALASAN DARI SEBUAH KESOMBONGAN

Ini adalah kisah nyata. Ada seorang pria muslim sejak sebelum menikah begitu remeh, suka mengejek dan sangat benci dari satu suku. Lalu Allah merubah kebenciannya menjadi cinta dengan wanita dari suku yang dibenci tersebut.

Setelah sekitar dua tahu berpacaran mereka malah kawain lari, pihak keluarga wanita tak menyejui karena keyakinan yang berbeda, namun perkawinan akhirnya juga dilangsungkan setelah kedua belah pihak keluarga bermusyawarah secara alot, dan dengan tensi yang sangat tinggi, siwanita akhirnya bersedia pindah keyakinan menjadi Islam. Teman-teman dan para saudaranya menyinggung masalah kebencian dan ejekkannya, namun si pria dengan bangganya menyahut tapi aku berhasil mengislamkan dia, itu lebih baik bukan, dengan sombongnya ia berkilah.

Dalam perjalanan kehidupan rumah tangga, berbagai ujian menimpa mereka, mulai dari si pria kehilangan pekerjaan tetap, anak kedua mereka yang lahir hanya berusia beberapa minggu. Sang istri akhirnya menjadi penopang utama pendapatan keluarga, keluar masuk Singapura hal biasa. Ujian lain juga datang Allah membuat ekonomi mereka semakin membaik. Mereka mampu membeli beberapa rumah secara tunai dan mobil. Hal-hal itu membuat si pria bertambah pongah dan membuat jarak semakin jauh dengan Allah SWT. Bukannya bersyukur

Saat kebutuhan terus meningkat, ujian terus datang, perusahaan tempat sang istri bekerja bangkrut. Suami yang hanya seorang supir taksi tak resmi, tidak mampu mengembalikan keadaan, tabungan mulai menipis. Sang istri tak lagi mendapatkan pekerjaan, keharmonisan hubungan suami istripun memanas, akhirnya si istri memutuskan pulang kampung di Sumatera Utara dan memboyong kedua anaknya, tinggallah suami sendiri di Batam. Dengan keadaan tersebut sang suami bukannya tambah menyadari, tapi malah semakin sombong, suara azan, ajakan untuk beribadah dan sholat selalu diabaikan, bahkan terkadang diejek, tingkah lakunya malah seperti burung lepas dari sangkar. Waktu terus berjalan, si pria mulai tergoda dengan wanita lain, dinasehati malah tertawa, disebut nanti ketahuan istri malah diabaikan dan bilang tak akan berani.

Tiba-tiba, malam tanggal 24 Mei 2009 yang lalu istrinya muncul ditempat si pria sering mangkal (taksi & ojek) bersama teman dan saudara-saudaranya sekampung. Sang istri tanpa basa-basi mengamuk (kata-kata yang terlontar tak perlu di sebut), bahkan kaca mobil si suami dilempar batu hingga pecah,. Dalam kejadian itu si istri benar-benar membuat si suami tak berkutik/takluk. Hari itu sisuami seperti kerbau, yang ditarik pakai tali, dan akhir si suami harus mengikuti si istri pulang kampung.

Apa yang menarik dari cerita ini. Mengabaikan panggilan azan, nasehat kebaikan, sombong, meremehkan, merasa hebat dan lebih baik, takabur itu sama halnya melawan Allah. Dan kita tidak mungkin menang melawan Allah. Allah tunjukkan kekuatannya hanya melalui seorang wanita, si suami takluk, malu, terpuruk dan drajatnya benar-benar jatuh kelubang nista yang paling dalam, dihadapan teman, saudara-saudaranya yang selalu ia remehkan, ejek dan abaikan. Teman dan saudaranya malah khawatir si pria akan berubah keyakinan, jika lama dikampung si istri. Semoga bermanfaat.

Kolubi Arman

No comments: