Thursday, November 29, 2012

PENIPU CINTA 6.

"Kebahagian itu, tidak selamanya bisa dicapai oleh hal-hal seperti;  berpangkat, berduit, pintar belum tentu membahagiakan manusia, walau tidak dipungkiri dengan itu banyak juga orang tersenyum lalu merasa bahagia".
"Lalu kenapa ia tak berbicara jujur sama saya, kalau ia tidak bahagia".
"Eit.... kamu jangan cepat-cepat, memfonis ia tak bahagia, kalaupun ia tak bahagia, bagi saya ia wanita hebat dan luar biasa".
"Eh...mang jangan macam-macam".Tarman seolah tak ingin aku berfikiran macam-macam.
"Kamu jangan berfikiran negatiflah, aku tak kenal dengan wanita itu. Maksudku ia hebat karena ia hanya memberi kamu sinyal, sesungguhnya ada sesuatu.....dan sesuatu itu tak mau ia ungkapkan ke kamu...Banyak hal yang menghalanginya untuk berkata jujur dan lebih terbuka pada kamu...hebatkan karena memang itulah seharusnya seorang istri, yang harus jaga martabatnya dan keluarga".
"Maksud mamang?!".
"Kamu bilang suaminya memiliki jabatan, mungkin itulah yang ia jaga....wanita biasanya lebih suka, mau menderita, mau mengalah, demi keutuhan keluarga, demi suami agar tak kemana-mana hatinya".
"Mang...aku tetap merasa ditipu, dikerjain olehnya, karena aku terus berusaha meminta maaf jika salah, terus bertanya kenapa, dan ada apa?, dia seolah menghindar, itu aku tahu dari aktifitas di facebook dan jaring sosial lainnya".
"Terus apa betul-betul terputus, hubungan kalian?"
 Masih ada, tapi sudah sangat jarang, namun isi smsnya sudah terasa datar, tak berisi, tak ada unsur sayang atau cinta lagi, benar-benar hambar".
"Ahh...kamu terlalu sensitif?".
"Yo, mang aku bisa merasakannya, wajar mang aku lagi sakit hati!,sampai ia kuhapus dari daftar temanku di FB, tapi ia kembali meminta untuk berteman lagi".
"Kamu terima, ya aku terima sebagai teman FB lagi, walau aku masih sakit sebenarnya aku aku akui masih ingin berhubungan dengan dia".
"Ia juga seperti itu, paling tidak walaupun ia tak ingin berhubungan langsung dengan kamu, namun ia berharap tetap bisa memantau kamu".
"Untuk apa mang?".
"Untuk tetap bisa mengikuti keadaan, berita, tentang kamu, celoteh kamu".
"Sempat lama aku biarkan ia menjadi teman FBku, tapi kemudian lagi-lagi aku menghapusnya dari daftar teman FBku".
"Kenapa?"
"Karena bagi ku pertemanan harusnya saling menyapa, atau saling menanggapi, laa.. kalau saling diam, tidak saling menyapa apa itu pertemanan?, lagian lama-lama aku fikir sifat hubungan kami sangat berbeda dengan yang lain, karena diantara kami ada rasa, ada catatan romantisme, sehingga aku khawatir kemudian bisa menjadi dosa dan menjadi fitnah".

Bersambung........

No comments: