Saturday, November 24, 2012

PENIPU CINTA 2.

Hari pesta pernikahan itupun tiba, aku datang, aku hadir malam itu bersama sahabat-sahabatku. Aku lihat ia begitu senang dan bahagia. Saat datang dan berada di tengah pesta itu aku masih biasa saja namun begitu meninggalkan tempat acara itu aku langsung stres dan hampir seminggu aku pusing, aku lemah, aku tak bergairah, aku sakit hati. Namun lagi-lagi aku mampu mengendalikan diri, aku tak lagi stess dan kembali bersemangat, walaupun aku stress aku tetap kuliah seperti semula.

Gadis pujaanku (ah...salah aku dia bukan gadis lagi) itupun kembali kuliah lagi, dan anehnya, jika kami satu mata kuliah yang sama, kami tetap duduk bersebelahan, duduk berdekatan bahkan ketika pulang dari kuliahpun kami terkadang tetap pulang bersama dalam satu angkot, kebetulan tempatku kos tak jauh dari rumahnya. Pernikahan itu seolah belum terjadi, kami akrab seperti semula namun tidak juga membicarakan hubungan kami, mungkin kalau zaman sekarang disebut teman tapi mesra (TTM). Kuliah di awal semester itu gadis (salah lagi tidak gadis lagi) pujaanku itu tetap ikuti hingga pertengahan, namun mendekati akhir semester ia mulai jarang terlihat dan tidak masuk kuliah. Aku masih ingat pada semester itu juga masuk bulan suci ramadhan. Aku bersama sahabatku baru saja tiba di kampus. Dihalaman kampus kami itu saya melihat wanita itu berlawanan arah dengan kami, aku mencoba menegur dengan mengatakan 'Puasa?". Ia hanya mengangguk namun seperti ingin berhenti dan ingin mengatakan sesuatu, tapi tak jadi. Dan itulah pertemuanku terakhir dengannya hingga hari ini. Setelah itu tak pernah lagi terlihat yang kudengar adalah ia mengikuti suaminya ke Ibukota.

"Itulah kisah cintaku 23 tahun lalu, aku sudah melupakannya". Ujarnya
"Ini tahun 2010, kamu sudah melupakannya? sudah lama sekali itu" Ujarku.
"Itu dia masalahnya, dia tiba-tiba datang melalui Facebook, minta jadi temanku"
"La... kan bagus, menyambung silaturahim". Lalu ia bercerita panjang lebar lagi.

Rupanya tak semudah itu mang, tadinya ketika ia 'online' denganku aku biasa saja, bahkan aku sempat bertanya apa ini orang yang pernah kukenal dulu. Lalu dijawab YA, duluuu sekali 23 tahun lalu. Lalu kami saling  memberi nomor HP, alamat email dan bertanya keadaan masing-masing, keluarga masing-masing. Dan memang sudah menjadi kodratnya kalau orang sudah lama tak ketemu, sudah lama tak terhubung / komunikasi lalu tanpa sengaja mengarah pada kisah-kisah lama, yang perlahan tapi pasti menguak kisah-kisah lama dan itu memang enak diingat dan diceritakan kembali. Kamipun demikian, secara perlahan cerita kami nyambung dan enak.

Pernah ia memancing aku tentang kisah awal kumengenalnya. Lalu aku ceritakan secara detail. "Kamu ternyata masih ingat", katanya. Pada satu kesempatan, aku tegaskan bahwa kita sudah punya cerita masing-masing. Dia bilang betul, tapi kalau 'rasa itu' muncul kembali, apa salah. Tentu saja saya bilang tidak salah, lalu iapun menulis bahwa aku adalah spesial yang pernah merebut hatinya. Melalui dunia maya itulah aku tahu kalau dulu sebenarnya iapun menyukaiku, ia mengakuinya walau waktunya hanya sangat singkat. Aku diatas awang-awang, ternyata anggapan teman-temanku bahwa aku salah alamat, tidak benar. Tapi memang terkadang cinta tidak cukup hanya akrab, dekat, kuliah bareng tapi cinta perlu juga di ucapkan sehingga jelas.

Awal-awal tahun 2010 ini memang penuh kisah yang menarik. kisah lama kami terkuak lagi dan kami dekat kembali, hampir setiap dua hari sekali kami FBan, smsan atau emailan. Tapi dalam perjalanan kisah itu aku  punya banyak pertanyaan yang membingungkanku. Kenapa wanita baik lagi terhormat itu menghubungi dan mencariku, lalu mengapa pula baru sekarang ia mengakui ada rasa,...dia istri seorang kaya, pintar, sekolahan tinggi dan punya jabatan dilingkungan TNI tempatnya bekerja.

Bersambung....

No comments: