Saturday, September 22, 2012

SINGKIRKAN RASA MALU.

Hal itu terasa sekali, ketika pesta demokrasi yang dilaksanakan di Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta. Dalam pemilihan pimpinan Jakarta atau Gubernur Daerah Khusus Ibukota itu, pada putaran pertama terdapat 6 (enam); 4 calon dukungan partai-partai saya lupa partai yang jelas besar dan hebat-hebat calonnya. 2 (dua) calon merupakan calon independen, maksudnya tidak didukung partai, didukung partisan saja.

Karena tidak ada pemenang melebihi 50% pada putaran pertama, maka putaran kedua diputar, majulah dua calon yaitu pasangamn Foke-Nara dan Jokowi-Basuki. Lalu kemana partai-partai pengusung calonnya yang sudah kalah diputaran pertama?.

Ternyata semua partai itu mendukung pasangan Foke-Nara, kenapa?, logikanya mereka harusnya mendukung lawan Foke-Nara, yaitu Jokowi-Basuki. Kenapa saya katakan logikanya, karena mereka punya calon sendiri dengan maksud ingin mengganti Gubernur sekarang dengan calon/jagoan mereka. Macam-macam motif ingin mengganti FOKE, mungkin karena mereka menganggap calon dari partai mereka lebih baik dari FOKE, mungkin Foke dianggap sudah gagal, seperti banjir yang terus mengganggu, macetnya transportasi yang sangat menjengkelkan, padahal masalah Jakarta seperti itu, harus diserahkan pada ahlinya, itulah pesan politik ketika tahun 2007 Foke berkampanye untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur, nyatanya ahlinya bukan dia, orang lain.

Yang tak kalah, ada calon gubernur yang ingin membersihkan Jakarta dari korupsi, artinya zaman Foke dianggap banyak korupsi, birokrasinya berbebelit. Maka bermuncullanlah calon gubernur yang hendak menggantikan FOKE.

Namun, anehnya semua partai lawan FOKE pada putaran pertama, malah berbalik mendukung FOKE, niat untuk menggantinya tak ada lagi. Rasa malu telah disingkirkan, padahal dalam masa kampanye pada putaran pertama mungkin sudah banyak kalimat-kalimat yang dilontarkan untuk menilai buruk FOKE, jika mereka konsisten ingin mengganti FOKE maka seharusnya mereka mendukung JOKOWI-BASUKI, tapi karena rasa malau sudah disingkirkan mereka kembali mendukung FOKE.


No comments: