Sunday, September 30, 2012

KACAUNYA, DAN KESALNYA PESERTA HUT DEMOKRAT, BATAM

Hari ini tanggal 30 September 2012, setelah sholat subuh aku, istriku, dan kedua anak-anak perempuanku yang manis, berangkat menuju Batam Center, tempat dilaksanakannya acara Jalan Santai, dalam rangka HUT Partai Demokrat yang ke sebelas.

Pesertanya sungguh membludak, sangat banyak mulai dari anak bayi, hingga orang dewasa yang menua. Peserta yang luas biasa banyak itu sangat mungkin berkaitan dengan 'gratis' untuk jadi peserta, dan banyaknya hadiah yang disediakan. Hadiah utamanya sebuah mobil, 10 sepeda motor dan kulkas, tv kompor gas, sepeda dan masih banyak lainnya. Bukan karena banyaknya simpatisan partai demokrat di Batam.

Hal itu yang kurang diantisipasi oleh panitia, sungguh banyak peserta yang tidak mendapatkan kupon undian, sehingga banyak peserta marah dan naik ke panggung untuk berbicara di pengeras suara, Seorang ibu tiba-tiba bicara di pengeras suara dengan nada marah mengajak peserta pulang, karena tiket tidak ada lagi. Panitia berusaha keras menenangkan ribuan peserta yang belum dapat tiket agar bersabar karena panitia sedang mengusahakan tiket.

Namun tetap saja peserta semakin tak sabar, tetap saja ada peserta berhasil lolos ke panggung, protes sambil marah-marah. Seorang pembawa acara laki-laki menyebutkan kita akan bagi kupon saat jalan santai dilaksanakan dan disetiap simpang akan dibagikan kupon untuk yang belum dapat, tapi ternyata maksudnya 'simpang simpar'. Peserta lain semakin gusar dan menyoraki pembawa acara, susunan acaranya kacau, rute yang disebut juga tak jelas, arah star serta tempat mulai star juga berubah-ubah. Belum lagi banyak anggota panitia seolah ingin berebut berbicara di pengeras suara 'ingin tampil', tapi terkesan yang benar-benar kerja hanya beberapa orang saja. Sungguh kacau acaranya, untungnya tak perlu keluar duit untuk menjadi peserta jalan santai.

Biasanya tempat star yang ditandai pengibaran bendera star, di depan barisan tapi pada HUT Demokrat di Batam ini, bendera star oleh Bung Anas dikibarkan ditengah-tengah peserta. Panitia betul-betul tak siap, mengantispasi peserta yang membludak, katanya 30 ribu lebar kupon telah dicetak, namun kebenarannya demokrat Batamlah yang tahu persis. Acara yang melibatkan ribuan orang memang perlu persiapan yang lebih teliti dan matang. Juga ada saja peristiwa lucu dan miris; yang anak hilang/ terlepas dari ORTU, istrinya terpisah dari suami.

Banyak orang berharap mendapatkan hadiah, untuk dibawa pulang. Termasuk aku, karena kata panitia kupon yang dicabut tidak ada yang batal dan akan diumumkan di harian yang terbit di Batam, maka aku, istri dan anak-anakku segera pulang, termasuk ratusan peserta lain. Tinggal dilihat di koran besok tanggal 01 Oktober 2012, Semoga Aku, istriku, dan anak-anakku beruntung. Aamiin.

No comments: