Thursday, March 29, 2012

PELAJARAN DARI DAHLAN ISKAN & JOKO WIDODO.

Saya sungguh tidak mengenal menteri BUMN Dahlan Iskan dan Walikota Solo Joko Widodo, Tidakpun pernah bertatapmuka, apalagi berdiskusi, bersalaman. Saya cuma tahu mereka berdua dari berbagai media TV, Koran,  Internet,  karena sepak terjang mereka yang tak lazim di dunia Indonesia. Sehingga saya termasuk yang selalu ingin dengar, ingin baca dan ingin ikuti terus perihal mereka. Pada umumnya berita tentang mereka berdua selalu menarik untuk diikuti, karena kegiatannya mereka lain dari pejabat Indonesia lainnya, umumnya membela kepentingan rakyat banyak, menyentuh orang banyak, tidak pakai embel-embel, tidak untuk pencitraan, tidak pura-pura. Mereka berdua dianggap orang-orang sukses, memimpin, sehingga menjadi inspirasi bagi banyak orang, bukan isnpirasi bagi pejabat-pejabat lain.

Apa yang menjadi pelajaran dari mereka berdua?.
Mereka berdua secara fisik tidak begitu proporsional, tidak tinggi besar, tidak juga ganteng amat, tidak pula berkesan wibawa, tidak pula menjaga 'image', tidak pula risih dengan rakyat miskin dan kemiskinan, tidak pula mahal senyum, tidak pula terkesan sangat intelektual, gaya bicara mereka santai dan rilek. Pokoknya mereka agak jauh dari kesan pemimpin yang kita pahami  atau yang kita pelajari atau yang kita baca selama ini, yang harus wibawa, tubuh tinggi besar, senyum bila perlu dan seterusnya, kalau jalan tegak, duduk diatur posisi tubuhnya, gerak tangan juga diatur kla berbicara depan umum. 

Tapi mereka berdua sangat hebat dalam memimpin. Dahlan Iskan sukses memimpin PLN, kini beliau penuh gebrakan memimpin BUMN. Kalau bicara terkesan tak wibawa, namun jangan main-main dengannya.  Joko Widodo, sangat dihebat memindahkan PKL tanpa kekerasan, sangat mendukung MobNas (mobil nasional), juga sukses menyederhanakan pelayanan publik untuk warga solo, konon KTP hanya satu hari. Dahlan Iskan ditangisi orang-orang PLN ketika naik jabatan / meninggalkan PLN. Joko Widodo ditangisi warga Solo, padahal baru pamitan untuk nyalon jadi CAGUB DKI Jakarta.

Itikat, keiklasan dan mau terjun langsung untuk menelaah masalah, berani, tak perlu takut tidak populer, tidak takut adanya partai, sederhana, kerja dan terus kerja. Mereka dicintai, mereka dirindui, seolah mereka berdua adalah air ditengah gurun pasir yang sangat panas, penyejuk dan harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Zaman sekarang mereka terkesan aneh bahkan dianggap gila, karena sungguh jarang pejabat Indonesia seperti mereka berdua.

Sebetulnya apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, seperti 'ngamuk digerbang tol', menginap dirumah petani, naik KRL, atau sejumlah terjun langsung kebawah lainnya, bisa, sangat bisa ditiru Menteri yang ngurus buruh , biar tahu betapa sulitnya kehidupan buruh, menteri yang ngurus rumah untuk rakyat lihat / tidur sama rakyat yang rumahnya tidak layak, biar ngerti betapa rakyat butuh rumah yang layak dan murah. Begitu juga menteri pertanian, kehutanan, kelautan, kesehatan rakyat miskin yang payah dan dilarang sakit terus, serta menteri-menteri yang lainnya.

Untuk mengurus Indonesia ternyata tak perlu badan besar, ganteng, wibawa, suara berat, mahal senyum. Dahlan Iskan dan Joko Widodo telah memberi pelajaran bagi kira bangsa Indonesia. Begitulah seharusnya menjadi pejabat untuk melayani bukan dilayani. Itulah yang sedikit kuketahui tentang Dahlan Iskan dan Joko Widodo.


No comments: