Sunday, March 25, 2012

BAIK MAKSUD, TAPI BELUM TENTU BENAR.

Subuh dua hari yang lalu, seperti biasa aku berusaha untuk sholat di mesjid dekat rumahku. Ketika  selesai sholat sunat sebelum sholat subuh, aku tanpa sengaja melihat pada sosok muda yang selama ini belum aku pernah lihat sholat berjamaah di mesjid itu. Ia memakai baju koko warna putih, peci warna putih bulat hanya menempel ala 'rabi' Yahudi dan celana ketat-seperti legging ketat seperti tak bercelana. Pembawaannya cueks, kalem, rambut berpotongan ala anak muda zaman sekarang gondrong, rambut bagian depan menutup kening, satu matanya dan separuh pipinya.

Tadinya aku  ingin menegurnya, karena setahuku ketika kita sujud kening / jidad kita harus terkena langsung tempat sujud, tidak boleh tertutup oleh rambut, makanya sangat dianjurkan menggunakan peci atau sejenisnya agar kening tidak tertutup oleh rambut saat sujud. Tapi niatku itu tak kesampaian, lalu muazinpun khomat, sianak muda berdiri persis disamping sang muazin dibelakang imam.

Adegan selanjutnya, ketika sholat hendak dimulai, sang muazin melepaskan peci sianak muda dan menyibakkan rambutnya yang menutupi kening, mata, dan pipinya lalu memasangkan peci itu kembali. Sementara sianak muda diam saja seperti anak kecil yang sedang didandani ibunya untuk berangkat ngaji ke TPA. Baik maksudnya tapi tidak benar.

Lain lagi ada seorang kakek yang juga rajin ke mesjid itu untuk berjamaah, namun sayang dibalik koko yang ia pakai ada sebuah kaos yang bertuliskan 'red devil' terbaca dengan jelas. Lain lagi pada hari jumat saya pernah melihat seorang anak muda menggunakan topi, topi itu ia putar kebelakang karena ia tak bisa sujud jika ia tak putar, namun yang membuat saya terusik pada topi itu tertulis 'devil'. Apa mungkin ia tak mengerti apa makna tulisan 'devil'.

Mungkin sekarang hal yang biasa kita menyaksikan orang pergi sholat ke mesjid tidak lagi dengan pakaian yang baik dalam artian tulisan dan gambar-gambar yang aneh, seram dan tidak senonoh, dipakai untuk sholat sehingga mengundang orang lain untuk membaca, berkomentar dalam hati, mengkerutkan kening. Ada juga bajunya super pendek sehingga ketika ruku' atau duduk belahan 'maaf' pantatnya terlihat. Baik maksudnya tapi tidak benar.

Orang tidak lagi peduli pada penampilan dan pakaian yang ia gunakan saat menunaikan sholat, mungkin dalam benaknya yang penting sholat, menggugurkan kewajiban. Maksud baik tapi belum tentu benar. Soal sah atau tidak, soal diterima atau tidak sholatnya oleh Allah SWT saya tak bisa komentar, tapi sederhana saja ketika kita menghadap pejabat tinggi, orang hebat, orang yang kita hormati, Kita tentu ingin berpakaian baik, bagus, layak, sopan dan layak, lebih-lebih ketika hendak bertemu dengan ALLAH SWT, semoga bermanfaat, amiiin.


No comments: