Wednesday, March 21, 2012

MIE TAREMPA & ASMA RUJAK.

Pergilah aku dan istri hari ini 21 Maret 2012 ke Tanjung Pinang dengan menggunakan kapal ferry, kurang lebih 1 jam perjalanan laut. Ke Tanjung Pinang dalam rangka urusan dengan Bank Tabungan Negara (BTN), saya heran dalam dunia perbankan yang serba 'online' seperti sekarang ini, masih saja penyelesaian diharuskan dimana tabungan itu di buka. Sekitar 10 tahun yang lalu, ketika kami masih di Lobam-Tanjung Pinang mengajukan kredit pembelian rumah melalui kantor cabang BTN Tanjung Pinang.

Ketika kami ingin menyelesaikan hal itu di Batam, ditolak petugas BTN Batam dan mengatakan harus diselesaikan di Tanjung Pinang, karena BTN Tanjung Pinang yang membuka. Alhamdulillah Batam - Tanjung Pinang hanya ditempuh kurang lebih satu jam dan urusan bisa diselesaikan dalam hitungan beberapa jam. Coba bayangkan kalau misalnya kami pindah ke Jawa, Palembang, Bali, berapa ongkos dan waktu yang terbuang.

Sebelum jam 12 siang urusan di BTN itu, Alhamdulillah selesai, dan kami mampir sebentar pada orang yang mengerti letak tanah saya di Tanjung Pinang, setelah itu saya dan istri lalu mencari tempat makan untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan. Lalu pilihan jatuh pada Mie Tarempa, Tarempa adalah nama satu daerah (pulau dikawasan pulau 7, kabupaten Anambas Provinsi Kepulauan Riau). Penampilan Mie Tarempa ini selintas mirip Mie Aceh dan atau Mie Rebus. Lokasinya di Jalan Basuki Rahmat depan SMAN 2, sangat terkenal dan rasanya sangat enak, maknyuuuus. Saya kira bumbunya juga tak jauh beda dengan mie rebus umumnya, ada mie basah, telur pokoknya enak sekali sulit menguraikannya, untuk menambah rasa pedas biasanya ditaroh potongan cabe rawit yang sudah diasinkan (seperti acar). Patut direkomendasikan jika anda ke Tanjung Pinang Istri saya bilanng sangat enak. aku tawarkan nambah lagi, namun tak mau karena ingin mencoba ASMA RUJAK di jalan Merdeka daerah kota dan atau pasar.

Lalu pergilah kami ke kota / pasar, kemudian kami singgah di mesjid Raya disana untuk menunaikan sholat Zhuhur. Lalu aku tanyakan pada istriku kemana lagi setelah itu, lalu ia bilang penasaran sama asma rujak. Kami memutuskan untuk berjalan dari mesjid raya ke tempat asma rujak itu. Apa sih asma rujak itu, jangan bayangkan seperti rujak bisanya penas dan terdiri dari buah-buahan. Isinya timun, bengkuang, bakwan udang, bakwan kosong, dan ketam goreng (kepting yang bisa dimakan sama kulitnya-lebut dan renyah), kuahnya kacang seperti gado-gado/lontong.

Kami hanya memesan 1 porsi karena masih kenyang dan dua buah teh obeng, Begitu dihidangkan saya lalu memotretnya kemudian membulak-baliknya untuk mencari ketam gorengnya. Ternyata hanya 3 buah potongan kecil seukuran jempol tangan. Kalau dulu saya masih ingat ketam itu hanya dibelah / dipotong dua. rasanyapun agak kacau, apa karena kami dalam keadaan kenyang, istrikupun ikut kecewa. Padahal beberapa TV nasional telah meliput asma rujak ini. Ah asma rujak yang belum patut direkomendasikan dan jangan sampai bikin asma. Sebetulnya tempat makan Di Tanjung Pinang itu banyak terutama yang bernuansa 'seafood', tapi kebanyakan tampilannya JADUL, jadi terkadang kesannya hanya untuk kaum bapak-bapak dan ibu-ibu, padahal kan... anak muda pengen juga makan dengan gaya muda dan romantis kali----kali.


No comments: