Friday, April 15, 2011

BERMAIN DENGAN ANAK.

Anakku yang kedua Farras Anruko kemarin 13 April 2009 genap berumur 9 tahun, saat ini ia duduk di kelas 3 SD. Sejak bulan Maret lalu ia sudah sibuk menandai kalender dan menghitung hari. Secara berulang dan terkadang tiba-tiba ia berujar “Yah..30 hari lagi”. Atau “Bunda 15 hari lagi”. Maksudnya mengingatkan kami tentang hari kelahirannya. Kami berdua terkadang hanya berujar “oh ya”, atau malah hanya tersenyum karena hal itu diingatkan secara berulang-ulang.

Untungnya dia tidak meminta macam-macam, padahal saya dan istri telah mencoba agar ia mengatakan apa yang diinginkannya. Namun hingga malamnya ia tidak juga meminta apa-apa, padahal kami sengaja mengajaknya keluar dan pergi ke sebuah mall di Batam Centre. Ia lalu berujar hanya ingin makan mie ayam di es teler 77. Makanlah kami disana dan berdoa bersama. Kami memang belum pernah merayakan kelahiran untuk kedua anakku baik yang anak pertama maupun anak yang kedua dengan mengundang kawan-kawan mereka dan alhamdulillah mereka tidak mempersoalkan hal itu. Kami merasa beruntung karena kedua akrab dan terbuka dengan kami, kamipun sering melayani ketika mereka mengajak bermain. Kami percaya bermain dengan anak adalah hal wajar dan banyak menfaatnya, tentu permainan anak dan dalam batas wajar.
Search Amazon.com Toys&Games for toys and games
Ada dua jenis permainan yang biasa kami layani, pertama permainan didalam rumah. Permainan yang bisa dilakukan dalam ruang kecil, atau sambil duduk, misalnya tebak-tebakan seperti nama buah, nama hewan. Main halma, ludo dan kartu anak-anak. Main karet saya dan istri memegang kedua ujungnya mereka melompat-lompat. Permainan dalam rumah bisa dilakukan siang maupun malam. Banyak jenis permainan anak dan semua permainan itu akan mnyenangkan dan mendidik, bisa jadi meransang gerak motorik serta ekspresi.

Jenis permainan yang kedua adalah di luar rumah. Jenis permainan ini disebut diluar rumah karena memerlukan ruang / tempat yang lebih luas, seperti bersepeda, lari, jalan cepat, main badminton, kasti, cuci kendaraan, menanam dan menyiram tanaman dan sebagainya, kalau jenis permainan yang diluar ini biasanya saya yang lebih banyak terlibat, bahkan terkadang saya sengaja membawa kedua anakku keliling-keliling sambil jalan-jalan. Biasanya kami lakukan dipagi hari liburan atau Minggu, Jenis permainan diluar rumah ini tentu juga lebih menyenangkan anak-anak karena ruang gerak lebih luas dan lebih leluasa.

Kalau untuk pelajaran terus terang istri saya lebih banyak terlibat, apalagi pelajaran yang bersifat menghitung. Saya dari dulu kalau pelajaran menghitung tak mudah mengerti, bahkan tak ngerti-ngerti. Capek otakku kalau menghitung yang sulit, kalo uang sepertinya tidak capek. Untuk pelajaran jenis sosial seperti bahasa, sejarah saya baru ikut kalau istriku tak bisa. Sekarang enak..yang tak diketahui sumbernya bisa dicari melalui dunia maya..ada internet, sangat membantu. Belajar itu sebetulnya termasuk permainan juga, permainan daya fikir (otak), permainan hati serta perasaan. Bermain dengan anak tentu juga harus dilakukan dengan iklas dan gembira, sehingga anak menjadi senang dan permainan itu bermanfaat bagi sianak maupun bagi hubungan orangtua dengan anak.http://www.bux4ad.com/aft/a7c64554.html/

No comments: