Wednesday, February 2, 2011

PEMBERIAN GELAR

Disadari masih banyak orang yang tidak memahami atau tidak mengetahui suku komering. Dari mana, dimana letaknya, atau suku apa pula itu. Komering adalah salah satu suku yang ada di Sumatera Selatan. Terdiri dari dua komering yaitu Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ilir (OKI), bahasa keduanya jauh berbeda. Kalau OKU lebih dekat dengan propinsi Lampung sedang OKI lebih dekat ke Kota Palembang. Tingkat kesuburan tanahnya juga berbeda OKU merupakan penghasil; durian, Duku yang sangat terkenal itu, salah satunya dikampungku (jadi ingat waktu masih kecil dulu sama bapak manjat pohon duku untuk dipanen atau kemping di gubuk kebun menunggu durian runtuh)
Dalam adat Komering Ulu terdapat keunikan soal nama / panggilan. Anak yang baru lahir dan telah diberi nama oleh kedua orangtuanya. Kakek atau nenek dari Bapak akan memberikan nama panggilan kepada cucunya, panggilan itu diambil dari nama sang kakek kalau laki-laki atau nama sang nenek jika anaknya perempuan. Apa tujuannya, salah satunya untuk selalu mengingat / menghormati para orangtua atau leluhur. Lucunya terkadang justru nama panggilan lebih populer dari pada nama sebenar / aslinya. Saya ingat masih dikampung dulu, salah satu saudara kakek saya dan keluarganya memanggil saya dengan ‘UMAR”, tapi tak begitu populer, mungkin karena hanya mereka saya yang memanggil saya dengan itu, selain itu karena aku sejak kecil meninggalkan kampung. Biasanya anak pertama yang lebih populer memiliki panggilan karena cucu pertama dari kakek atau nenek. Kalau anak ketujuh seperti saya tentu sudah tidak dapat nama panggilan lagi dari kakek atau nenek, kan kakek atau nenek tak memiliki nama yang banyak.
Komering Ulu juga memiliki adat istiadat yang kuat dan mengakar yang hingga kini masih dijalankan / dilakukan. Salah satunya adalah PEMBERIAN GELAR.
Sebagaimana Adat istiadat yang sudah melembaga dan berlaku di Daerah Komering Ulu, sebagai warisan budaya para leluhur terdahulu, apabila seorang perjaka baik laki-laki maupun perempuan telah menginjakkan kaki memasuki lembaga perkawinan / berumah tangga, maka kepada keduanya diberikan tambahan nama, yaitu : Gelaran, atau Jajuluk, sebagai identitas bagi yang bersangkutan.
Gelaran ini mengandung nilai-nilai normatif tidak hanya sekedar pemberi tahu kepada yang bersangkutan bahwa dia sudah berkeluarga, namun lebih jauh daripada itu, dia harus menjaga etika, tata kerama dan nilai-nilai perkawinan.
Gelaran ini dipanggil oleh para ipar-iparnya sebagai panggilan kehormatan dan sekaligus pertanda bahwa yang bersangkutan sudah berkeluarga dan akan membentuk keluarga sendiri sebagai bagian dari kedua keluarga besar. Selanjutnya dilakukan pembacaan ”Hiring-Hiring”, yaitu sejenis pantun yang berisikan pemberitahuan dan nasehat-nasehat. Orang Komering tentu tidak boleh melupakan hal itu.
Pemberian Gelar kepada mempelai biasanya dilakukan melalui mufakat keluarga, karena Gelar itu penting dan tidak sembarangan. Dulu saya nikah sederhana di sebuah pulau dipinggiran Batam, tidak langsung diberi gelaran. Kemudian saya pulang kampung bawa istri saya, pihak keluarga saya lalu melakukan ritual yang sederhana dan doa untuk memberikan gelar kepada saya dan istri saya. Gelar yang diberikan kepada saya ’RATU AGUNG’ atau dalam bahasa Inggrisnya GRANDQUEEN. Dalam bahasa Komering Ratu tidak berarti seperti dalam bahasa Indonesia, dalam adat komering sebutan ratu tidak identik dengan ’gender’ / kelamin atau bukanlah sebagai pembeda jenis kelamin.
Dalam adat Komering ipar saya atau keluarga dari istri memanggil saya dengan gelar itu. Dan istri saya akan dipanggil oleh keluarga saya dengan gelar yang telah diberikan. Gelar itu kini saya abadikan untuk nama blog saya ini. Dulu nama blog ini adalah ’HOLAU’ yang artinya; bagus, indah dan cantik. Untuk keperluan / kepentingan sesuatu maka saya ganti nama blog dengan ’GRANDQUEEN=RATU AGUNG’. Nama saya yang lain.

No comments: