Wednesday, February 23, 2011

BEKERJA TAPI TIDAK DIANGGAP KERJA.

Kepada Karyawan baru, saat mengabsen satu per satu untuk berkenalan, saya hampir selalu bertanya pengalaman kerja, berapa lama dan pernah bekerja dimana / perusahaan apa?. Dari jawaban mereka, pada umumnya hanya mengakui bekerja pada perusahaan-perusahaan besar. Mengapa?.

Ternyata sebahagian besar pekerja-pekerja itu (mungkin termasuk kita) merasa baru bekerja jika bekerja di Pertamina, Telkom, Indosat, PLN (BUMN lainnya), Bank, PNS/Guru, Pilot, Polisi, Tentara dan atau perusahaan besar swasta (asing / dalam negeri). Sedangkan bekerja di restoran, minimarket, mal, toko, supir, agen perjalanan, warnet, nelayan, petani, bengkel, bioskop dan sebagainnya belum dianggap bekerja. Apalagi sebagai pengepul / pengumpul barang bekas alias rongsokan belum dianggap sebagai sebuah pekerjaan. Mungkin karena gajinya yang kecil, tidak elit, tidak keren.

Di Batam umumnya (sebahagian besar) jenis pekerjaan yang ada adalah jenis pekerjaan sederhana yang tidak terlalu memerlukan pemikiran. Perusahaan-perusaaan di Batam umumnya bersifat produksi masal (elektronika) seperti menyolder, memeriksa / memasang komponen, melipat kotak karton, menjahit, dan sebahagian besar pekerjaan itu dilakukan pekerja wanita bahkan jutaan jumlahnya. Jenis pekerjaan itu disebut sebagai ‘operator’ dengan golongan paling rendah.

Perusahaan-perusahaan itu umumnya milik asing (multi nasional) dan upah yang diberikan sesuai upah minimum yang telah ditentukan oleh pemerintah, sedang restoran, toko, minimarket, mal, warnet, supir umumnya upahnya dibawah upah minimum yang sudah ditentukan, bahkan terkadang terlambat dibayar. Na..inilah mungkin yang menyebabkan mereka belum menganggap bekerja di restoran, toko, minimarket, mal, warnet, supir apalagi nelayan, petani, pengepul barang rongsokan. Semua itu bukan pekerjaan????.

Pilihan pada pekerjaan itu karena terpaksa, masih dianggap belum bekerja dan dianggap remeh jenis pekerjaan itu, itulah yang terjadi, sehingga salah satu kawasan industri di Batam-Muka Kuning di Community Centrenya (biasa disebut CC), dari hari Senin hingga Jum’at selalu ramai oleh pencari kerja antara 500-1000an orang perhari untuk memperebutkan beberapa lowongan saja. Di kawasan Industri Batamindo-Muka Kuning-Batam sekitar 70an lebih terdapat perusahaan-perusahaan asing yang mempekerjaan ribuan pekerja dari berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan asing itu pilihan favorit para pencari kerja di Batam. Bekerja pada perusahaan asing itu baru dianggap bekerja, karena upah, tunjangan yang didapat per bulan lumayan besar.

No comments: