Tuesday, February 1, 2011

MEWASPADAI IKLAN

NGAPAIN BAYAR LEBIH UNTUK RAMBUT CANTIK.

Begitulah bunyi sebuah iklan shampo untuk rambut kepala atas, dimedia televisi Indonesia. Apa yang salah dari iklan ini. Coba simak iklan tersebut secara seksama, jika kita perhatikan iklan itu dari awal hingga akhir seolah shampo itu akan membuat rambut kita selalu rapi, lembut dan indah serta cantik, namun diakhir sang model menyebutkan kalimat ‘ngapain bayar lebih untuk rambut cantik’.
Benar sekali sang model, kalimatnya sungguh tak salah. Artinya kalau rambut kita sudah cantik, rapi, lembut, dan indah serta rapi, pakai shampo apapun boleh. Dengan kata lain shampo tidak akan berdampak apapun terhadap rambut yang memang sudah cantik, indah, lembut dan indah, jadi ngapain bayar lebih atau mahal?. Itulah salah satu iklan yang “bisa” menipu konsumen. Kemasan iklan yang begitu menawan akan menjebak konsumen.
Waktu dulu belajar tentang marketing atau pemasaran, disebutkan bahwa iklan itu akan membuat propaganda, membangun opini, membangun persepsi pendengar / pembaca iklan selanjutnya menjual harapan yang berujung pada tindakan konsumen membeli produk yang diiklankan. Kenapa disebut menjula harapan?.
Sebahagian besar produk-produk yang diiklankan harapannya agar pengguna / pemakai produk itu menjadi lebih, lebih muda, lebih putih, lebih gagah, lebih pintar, lebih sehat, lebih untung / hemat dan seterusnya. Perhatikan iklan sebuah produk susu yang seolah mengkonsumsi susu tersebut sianak lebih pintar, lebih cepat daya tangkapnya, mengaris sudah lurus dari satu titik ke titik yang lain, benarkah itu. Sepertinya berlebihan, dan masih banyak lagi iklan yang begitu berlebihan.
Tapi tahukan anda, akibat persaingan iklan dilakukan dengan trik gambar, trik kalimat / kata yang sedemikian rupa sehingga seolah produk itu benar adanya. Seolah rambut anda akan menjadi lebih indah, lebih lembut, lebih bersih dan mungkin lebih hitam. Simak baik-baik, termasuk iklan lainnya…dan WASPADALAH dengan iklan.

No comments: