Friday, February 25, 2011

MEWASPADAI IKLAN4.

Simaklah iklan sebuah operator telepon berikut.

Seorang laki-laki yang sedang menelpon dalam sebuah toko swalayan dengan Hpnya, lalu ‘mencuri’ dengan menyemprotkan pewangi ke tubuhnya, ketika seorang wanita disampingnya memperhatikan tindakan laki-laki itu, sang laki-laki berujar ‘Hemat’.

Ketika si lelaki makan bersama teman-temannya, ia hanya memesan nasi putih tanpa asesoris apapun alias lauk pauk, dan ketika makan dimulai silelaki (masih dalam keadaan menelpon) ‘merampas’ ikan dan minuman milik teman-temannya. Melihat adegan itu tentu saja teman-temannya pada heran bin bengong, sang laki-laki berujar ‘Hemat’.

Dan puncaknya ada adegan silelaki (masih dalam keadaan menelpon) dalam sebuah mobil dengan seorang wanita. Ketika siwanita hendak menghidupkan AC atau pendingin udara silelaki mencegah siwanita, lagi-lagi silelaki berujar ‘Hemat’. Teman wanitanya emosi. Diujung cerita siwanita terlihat sedang mendorong mobil akibat ulah yang serba hemat itu.

Jika kita jeli, iklan itu menimbulkan pertanyaan. Apa hubungan menelpon hemat dengan ‘mencuri’ pewangi?. Apa hubungan menelpon hemat dengan ‘merampas’ makanan dan minuman milik temannya?. Apa hubungan menelpon hemat dengan menghidupkan AC / pendingin udara?. Kalau jawabannya tidak ada hubungan, maka sesungguhnya iklan ini meragukan bahkan ‘menyesatkan?’. Kalaupun nantinya kita menjadi korban atau dirugikan oleh iklan ini, lalu menuntut si operator, maka jangan heran kalau kita kalah telak, kenapa?. Karena.???.

Bukankah biaya menelpon (HP) sangat tidak berkaitan dengan biaya pewangi, makan dan minum serta AC / pendingin udara kendaraan (mobil). Upaya atau ucapan ‘hemat’ silelakipun salah kaprah karena ia ‘mencuri’, ‘merampas’ serta memperlakukan teman wanitanya secara tidak patut. Boleh berhemat?, sangat dianjurkan tapi bukan dengan cara itu. Logikanya jika ingin berhemat dalam bertelepon kurangilah pengeluaran / biaya yang disebabkan telepon (bicara, sms, dll). Sekali lagi kitalah yang harus BIJAK dan WASPADA, terhadap iklan.

No comments: