Monday, July 6, 2009

SEKSOLOGI GAYA NAEK L. TOBING

Malam Senin 05 Juli 2009, yang lalu saya membuka Majalah Kartini dirumah seorang teman edisi lama 20 September-4 Oktober 2007 No.220. Pas pula terbaca halaman seksologi asuhan Dr. Naek L. Tobing.

Saya tertarik, cepat aja reaksinya, biasanya yang membaca hal seperti itu lebih khusyuk dan inginnya diam-diam, supaya gak ketahuan yang lain. Saya juga tersenyum geli sekaligus heran dan…gak habis fikir dengan kalimat jawaban dari pakar seks itu. Terlalu apa adanya dan cendrung vulgar, apa karena pakar seksologi ini orang Medan ya… entahlah…

Seorang penanya dari bandung 22 tahun yang selingkuh dan bisa 7 kali bercinta sehari. Bertanya 1. mengapa gairah saya sangat tinggi?, 2. berbahayakah minum pil KB?. 3. berbahayakah payudara sering diremas terlalu kuat?. 4. berbahayakah masturbasi dengan memasukkan benda ke organ intim?. berikut jawaban seorang Naek L Tobing.

Anda memiliki gairah seks tinggi, jika anda bercinta 7 kali sehari berarti sekitar 3 jam sekali anda bercinta, frekwensi itu sangat tinggi, tetapi bukan berarti anda hiperseks. Sedikit ada rangsangan, gairah langsung tinggi. Pil KB tidak merusak organ reproduksi, prinsip kerja pil KB ialah menghambat pematangan sel telur, karena sel telur tidak ada yang matang sehingga tidak terjadi kehamilan. Payudara yang sering diremas keras juga tidak berbahaya. Payudara memiliki kelenjer yang sangat elastis sehingga sekalipun diremas dengan kuat, akan kembali seperti semula, yang penting anda harus bisa menikmati, bila terasa sakit segera beritahu pada pasangan. Masturbasi dengan cara memasukkan benda ke dalam organ intim boleh saja sepanjang bersih, yang perlu diperhatikan, lakukan dengan lembut agar tidak menimbulkan lecet. Namun diatas semua itu, cobalah anda menghargai kesetiaan, isilah hari-hari dengan aktivitas yang positif.

Coba perhatikan jawaban tentang payudara dan masturbasi diatas, begitu apa adanya dan vulgar, tidak ada upaya sang pakar untuk menghalangi, bahkan sepertinya mengarahkan untuk diteruskan saja kegiatan itu. Masalah lecet, saya fikir tetap bisa terjadi sekalipun dengan alat yang sesungguhnya (pria punya alat) bila dilakukan dengan tidak lembut. Saya tidak yakin kalimat jawaban seperti itu terdapat nilai pendidikannya. Saya menilai kalimat seperti itu lebih porno dari orang berciuman di ditelevisi, dan apakah sang pakar dan pihak majalah Kartini tidak mencoba memilih kalimat-kalimat yang lebih baik dan tidak untuk cendrung menganjurkan, sebab majalah Kartini sejatinya bukan majalah anak-anak tapi majalah itu selalu berada ditangan ibu-ibu yang punya anak-anak. Salahkah jika anak-anak membaca lalu tanpa fikir memperaktekkannya atau mendiskusikannya dengan sesama teman yang juga penasaran tentang hal itu. Lalu bagimana kalau sipenanya menanyakan alat apa yang baik untuk masturbasi? (mungkin jawabannya bisa terong, timun, asal jangan jagung, entahlah). Saya yakin ini bukan hal baru karena seksologi di Majalah Kartini sudah lama ada, tentu seksologi gaya Dr. Naek L Tobing juga sudah lama berlangsung. Sekali lagi pemilihan jawaban dan kalimat yang lebih sopan dan santun akan lebih baik.

Kolubi Arman

5 comments:

RAMA said...

assalamualikum kak..
wah...ternyata...seoarang penggagas dan pemikir juga, hebat.....mungkin kita perlu komparasi buat sedulur-sedulur kito, yang mau gabung di blog kak. wasalam

Anonymous said...

majalah itu untuk dibaca orang dewasa, jadi orang dewasalah yang mesti menjaganya dari keterbacaan anak-anak dan remaja. ini juga konsultasi seks, bukan konsultasi moral, jadi blak-blakan bagi orang dewasa yang diasumsikan sudah menikah, tentu tidak apa-apa, apalagi sudah sejak lama gaya konsultasi blak-blakan ini dilakukan, redaktur tentu tahu kapasitas pembacanya. (arr)

vitalitas pria said...

mantab ulasan seksiologinya, thanks

vimax asli said...

makasih infonya bermanfaat

pembesar penis said...

ditunggu artikel berikutnya gan, thanks you