Wednesday, January 23, 2013

SUSU IBU TIDAK LEBIH BAIK?

Jika menyimak iklan-iklan susu formula di televisi (TV), terlihat bagaimana hebat, pintar bahkan cerdasnya sianak yang mengkonsumsi susu formula tersebut. Seolah susu formula lebih hebat dari Air Syusyu e...maksudnya Susu Ibu (ASI). Benarkah demikian?. Tidak ada hasil penelitian yang membuktikan susu formula lebih hebat, lebih memintarkan, lebih mencerdaskan dari pada ASI.
Namun simaklah sebuah iklan susu formula, seorang anak umur dua tahun saat hendak diberi makanan/kue oleh ibunya, tiba-tiba saat itu terdengar bel tanda ada tamu, sianak langsung bergegas lari 'tanpa menghiraukan kue dan ibunya' menuju pintu dan membuka pintu, sianak sudah pandai memutar anak kunci untuk memuka pintu. Lalu sang tamu mengucapkan assalamualaikum, sianakpun membalas/menjawab salam milik Islam itu, belum salaman atau mengucapkan silahkan masuk, sianak langsung bergegas lari kemudian ia terlihat memakai celemek dan sianak menyiapkan minuman untuk para tamunya dan iapun membawa hal itu untuk tamunya.Tamunya terkesima dengan mengucapkan "baru dua tahun kok bisa ya?, pasti susunya mahal?!". Nah disinilah menurut saya iklan ini membingungkan sekaligus bisa menyesatkan. Kenapa?.

Yang dimaksud tamu, 'bisa', sebenarnya bisa apa?, bisa melakukan apa, karena tamunya tidak melanjutkan kalimatnya, tidak ada penjelasan sianak bisa melakukan apa. Kemudian, kenapa 'bisa'nya sianak lalu dihubungkan dengan susu formula yang ia konsumsi yang ditebak sitamu susunya mahal, kenapa tidak dihubungkan ke 'bisa'an sianak dengan orangtuanya yang telah mendidik, mengajarkannya, sehingga sianak jadi 'bisa'.

Orangtua sianaklah sebenarnya yang layak / harus dipuji, herannya orangtuanya sianak tidak tersinggung. Bukankah telah diakui oleh pakar anak, pakar pendidikan, ahli agama manapun bahwa orangtualah yang berperang sangat besar terhadap perkembangan anak, dan ASI yang diberikan. Susu formula hanya pendamping.

Iklan susu-susu formula seharusnya tetap menganjurkan pemberian ASI lebih diutamakan dari pada susu formula. Sebab bisa-bisa lama-kelamaan masyarakat bisa tertipu oleh iklan susu dan menghindari pemberian ASI, karena otak masyarakat terus menerus dijejali iklan susu dengan permainan animasi dan kata-kata yang seolah susu formula lebih hebat, sedang ASI tidak lebih baik. Pemerintah harus mengontrol secara ketat susu formula dan iklannya.  Semoga bermanfaat.

No comments: