Saturday, January 5, 2013

GAK PERLU MALU TIRU, MERAKYAT ALA JOKOWI

Sejak Jokowi, resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia benar-benar membuktikan ucapannya untuk langsung tancap gas, untuk bekerja membenahi Kota Jakarta, baik birokrasi, sosial dan kemasyarakatan lainnya,

Hampir setiap hari ia menjadi berita media masa, kegiatannya, gebrakannya memang patut di beritakan karena Jokowi memang sangat berbeda dengan Gubernur / pejabat publik manapun di Indonesia. Perbedaannya adalah; Jokowi setiap hari mengunjungi, melihat langsung keadaan rakyat, masalah-masalah di Jakarta, ya ke kantor lurah, kantor camat, sumber banjir, tempat-tempat kumuh, masuk gorong-gorong, dan banyak lagi. Ia lakukan itu tanpa canggung, tanpa pengawalan ketat yang memisahkannya dengan rakyatnya sendiri. Kalau orang lain melakukan hal itu saat kampanye saja.

Ia tidak malu, ia tidak risih kotor, ia tidak takut kehilangan wibawa, sehingga ia begitu disambut warga Jakarta anak, dewasa, tua muda, ia dielu-elukan. Jokowi memang beda, orang yang begitu berkomitmen sebagai pemimpin, dan begitu peduli pada rakyat Jakarta. 

Baginya tak perlu birokrasi yang berbelit-belit, untuk menyelesaikan satu masalah, ia tidak perlu mengutamakan kalkulasi politik, keuntungan bagi partainya. Popularitas, citra, akan datang sendiri dengan apa yang ia lakukan, maksudnya tak perlu pasang-pasang baliho gambar besar dirinya, agar orang lain melihat dan mengingatnya, tak perlu 'seremoni' acara kaku dan standar agar ia terlihat berwibawa.

Kemaren Presiden SBY, boleh dikatakan melakukan hal yang mirip dengan apa yang dilakukan Jokowi. SBY mengunjungi rakyat, berdialog dengan rakyat lebih dekat mengurangi jarak dan pembatas antara Predisen dengan rakyat. Rakyat begitu antusias dan gembiranya menyambut SBY. Baguskan, ternyata dekat dengan rakyat secara 'nyata' itu baik, sungguh baik, rakyat sungguh merasa diperhatikan, sungguh merasa dianggap 'ada'.

Saya kira meniru ala Jokowi tidaklah perlu malu, karena itu baik karena pemimpin menjadi merakyat. Jika perlu SBY ajak Jokowi melihat sungai-sungai kumuh, kampung kumuh, sumber-sumber banjir, sumber-sumber masalah lainnnya di Jakarta secara bersama. Hilangkan sekat kepartaian, bekerjalah, merakyatlah demi Indonesia dan bekerjalah tidak semata-mata karena laporan pembantu apalagi bisikan orang lain.

Kalau Jakarta menjadi kota yang nyaman, bersahabat, bersih, indah, sejuk, tidak macet, tidak banjir, tidak kumuh, karena kerja / jasa SBY dan Jokowi yang iklas, maka Jakarta akan menjadi contoh kota-kota lainnya di Indonesia, SBY dan Jokowi akan berpahala dan dikenang sepanjang masa. SBY dan Jokowi akan menjadi model pemimpin di masa datang. dengan itu berharap Indonesia lebih maju dalam banyak hal, kurang dalam hal korupsi dan kejahatan lainnya. Aamiin.

No comments: