Friday, January 11, 2013

Calon Presiden Penuh Tatto?.


Terbayangkah bagi anda jika Presiden anda penuh tatto?, apa kesan anda?, apa pendapat anda? jika pimpinan anda sekujur tubuhnya penuh tatto?, ya tatto itu ada mulai dari ujung kaki hingga ke sekeliling kepala, tidak ada yang tersisa, bagian kulit luarnya semuanya bertatto.
http://i0.wp.com/islampos.com/wp-content/uploads/2013/01/vladimir_franz_ceko_islampos.jpg Mungkin anda mengernyitkan dahi, karena heran, atau anda akan berujar tidak mungkin, karena anda belum siap menerima atau akan menolak, dan anda merasa jijik. Mungkin bagi anda tidak ada masalah selama Yang Bersangkutan membawa kemajuan, kesejahteraan, mungkin juga bagi anda yang penting tidak mengganggu, atau mungkin anda akan berujar tak mengapa itu adalah hak individu, itu adalah kebebasan berekspresi. Anda menghormatinya selama ia berprestasi sebagai pemimpin.

Vladimir Franz, seorang komposer opera dan pelukis, menjadi salah satu kandidat presiden Ceko selanjutnya. Pemilu Republik Ceko memang akan digelar pekan ini. Franz seringkali dipanggil `Avatar ‘. Bahkan selama debat calon presiden di televisi banyak yang memanggilnya “makhluk eksotis dari Papua Nugini. Franz belum pernah berpartai atau berpolitik praktis sebelumnya ia hanya seorang pekerja seni eksektrik dan mengaku hanya tahu sedikit tentang ekonomi. Ia maju karena menurutnya banyak yang mendukung (demikian Islam Pos menulis).

Di Ceko sana, pada kenyataannya kaum muda banyak yang tidak mempersoalkan tatto sang calon presiden, umumnya bagi mereka yang penting kerja dan prestasinya. Na..percaya atau tidak dalam masyarakat kita, pola fikir / paham seperti itu juga ada bahkan sangat mungkin banyak. Perlahan dan sangat pasti perubahan cara berfikir kita, paham yang kita pakai telah berubah, simak contohnya.

Dulu orang beratto kita anggap hanya milik penjahat, orang yang bolak balik masuk penjara, bukan orang baik atau hanya miliki lelaki, tapi sekarang paham itu tidak lagi ada, karena orang 'baik-baik' atau wanitapun (seperti artis) sudah berani memamerkan tattonya. Cara fikir atau pemahaman kita sudah benar-benar berubah tatto adalah bentuk ekspresi. Kita semakin menjunjung hak azazi, kita semakin mementingkan penghormatan atas 'karya' atau 'hak berekspresi' setiap individu.

Cara fikir atau paham seperti itu semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai ketimuran, karena lama-kelamaan akan menggrogoti nilai-nilai, norma-norma yang lain. Bisa sangat mungkin kelak paham yang dianut adalah agama hanya untuk urusan orang susah, atau urusan akhirat saja. Sementara urusan dunia harus terpisah dari urusan agama, sehingga ketika al quran dikorupsi bukan masalah, departemen agama dinyatakan paling korup juga bukan hal aneh.

Sayangnya perubahan seperti itu terkadang tidak kita sadari, atau bahkan kita hanya ikut-ikutan. Kita tidak paham kenapa kita harus bertatto, kita tidak paham kenapa harus berpakaian serba mini dan minim, kita hanya ikut tren dalam masyarakat. Kalau cara fikir, paham yang kita anut terus berubah, tidak tertutup kemungkinan kelak di Indonesia akan ada calon presiden / pemimpin bertatto, 'funk', 'bertindik' dan eksentrik lainnya. Siapkah anda?.

No comments: