Monday, January 23, 2012

SNI UNTUK SIAPA?.

Entah apa yang ada dalam benak para orang-orang hebat Batam yang tergabung dalam APINDO yang mengusulkan peraturan mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI) seharusnya tidak diberlakukan dalam impor komponen produksi di FTZ karena setelah diproses, diekspor kembali. Padahal jelas tujuan adanya SNI sebagai berikut.

a)    meningkatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan di dalam negeri dan dengan dunia internasional, baik antar produsen maupun antara produsen dan masyarakat; 

b)    meningkatkan perlindungan bagi konsumen, pelaku usaha, masyarakat, kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan negara;

c)    meningkatkan efisiensi produksi, membentuk persaingan usaha yang sehat dan transparan, memacu kemampuan inovasi, serta meningkatkan kepastian usaha.



Coba bayangkan jika dizaman sekarang ini tidak diperlukan standar, sulit, sulit sekali bahkan dalam beberapa hal sangat membahayakan, dikarenakan tidak adanya standar suatu produk / jasa. Saya bukanlah orang hebat dan bukan pula orang pintar, tapi jika menilik dari tujuan penerapan SNI kita bisa simpulkan bahwa besar sekali manfaatnya terutama bagi konsumen pemakai suatu produk. Entah kepentingan apa?, tujuan apa, kelompok mana, kecil atau besar dan buat siapa ususlan itu diajukan.

Jika barang-barang yang masuk ke Batam, katakanlah buah atau sayur contohnya tidak distandarkan, maka yang rugi pemakai, orang Indonesia, konon katanya 60% sayur dan buah-buahan yang ada di Batam merupakan dari Malaysia dan Singapura. Sayur dan buah kualitas rendah atau yang tak dipakai di Malaysia atau Singapura dijual di Batam, sayuran yang sudah layu dan menguning dijual di Batam, ah... betapa rendahnya kita. Jika tidak ada standar pada timbangan, apa jadinya barang-barang konsumsi masyarakat, disatu toko diklaim 1 kg ditempat lain ternyata hanya 9 ons dan seterusnya, siapa yang rugi??.


Apalagi barang atau jasa yang menyangkut keselamatan manusia. Dipastikan harus punya standar, supaya pemakainya lebih nyaman dan lebih terjamin keselamatannya. Makanan apalagi, juga sangat penting memiliki standar, terutama kandungan bahannya, jangan karena Batam disebut pelabuhan bebas / zona bebas tak mungkin semua harus bebas tanpa aturan tanpa standar.

SNI perlu bahkan sangat penting diterapkan disemua tempat dan semua daerah di Indonesia, tanpa kecuali demi melindungi orang Indonesia juga, kepentingan yang lebih besar. SNI UNTUK KITA SEMUA.

No comments: