Friday, September 16, 2011

RUGIKAH BERLANGGANAN KORAN LOKAL SEKARANG?.

Pembaca di korbankan???.
Kehadiran internet yang semakin mudah dan murah diakses, membuat koran-koran/harian (termasuk koran lokal) mulai  goyah dan keteteran. Orang semakin lebih mudah dan semakin lebih cepat mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui internet. Informasi ada digenggaman, ya melalui telepon genggam yang semakin pintar dan semakin berkemampuan hebat, informasi yang ada mudah didapat dan mudah pula dibagi. Itulah yang membuat koran-koran atau harian goyah dan keteteran.

Pembaca berita sekarangpun semakin selektif dan ingin yang mudah dan cepat, dengan melihat tampilan singkat berita pembaca sudah merasa cukup, bahkan terkadang dengan membaca judulnya saja mereka sudah mengetahui maksud sebuah berita. Kehebatan internet yang lain adalah beritanya dapat di perbaharui setiap saat, tidak perlu menunggu besok atau saat koran terbit, nah kalau begitu koran pasti ketinggalan.

Kenapa saya sebut berlangganan koran lokal semakin rugi. Lihatlah isi koran-koran lokal itu (khusus Batam) lebih banyak iklannya dari pada beritanya, kalaupun ada berita terkadang itu berita promosi dari produk atau usaha/bisnis dari sebuah perusahaan atau perorangan yang dikemas seolah-olah berita tapi sesungguhnya iklan dan itu dibayar ke pihak pengelola koran. Selain itu sekarang ini lebih banyak berita gambar (photo), yaitu aktifitas pejabat, atau aktifitas suatu kelompok orang yang juga itu adalah berbayar, biasanya mengunakan setengah halaman bahkan satu halaman bagi yang bayarnya kuat. Ayo siapa yang untung?.


Saya selalu merasa dirugikan, kalau ada pejabat baru diangkat/ baru diambil sumpah jabatan, naik pangkat, atau berita duka yang dialami pejabat penting, orang kaya, orang berpengaruh lainnya, atau pembukaan sebuah usaha baru. Koran itu isinya melulu ucapan selamat atau turut berbela sungkawa, dan anehnya itu sering terjadi. Contohnya koran lokal Tribun Batam yang terbit tanggal 15 september 2011, 6 halaman    penuh hanya dipakai untuk ucapan selamat ulang tahun, belum di halaman-halaman lainnya. Sebetulnya  ucapan serupa itu tak mengapa tapi jangan mengurangi porsi berita dan atau halamannya ditambah misal normalnya dari 24 menjadi 30 halaman. Banyak halamannya terkuras untuk ucapan selamat ulang tahun, hari inipun  tanggal 16 September 2011 ucapan selamat itu masih ada. Ayoo.. siapa yang untung?.

Menurut saya hal itu sah, tapi jangan mengorbankan pembaca. Pembaca tak membutuhkan terlalu banyak infromasi seperti itu, pembaca tentu lebih melirik internet dan tentu tidak akan membuka berita seperti itu.

Terkadang pengelola koran telah mengabaikan visi dan misi yang ia susun untuk masyarakat, seperti yang ingin memberikan informasi yang bermanfaat, mencerdaskan, dan sebagainya. Saya kira koran lokal akan semakin tertinggal dan ditinggalkan, karena mereka lebih mengutamakan pemasukan dari pada mendahulukan berita, dengan alasan mereka harus bertahan, cuma terkadang menurut saya sebagai pelanggan dan pembaca dirugikan akibat iklan, ucapan selamat itu. Jangan-jangan karena rajinnya sebuah institusi beriklan pihak koran tak ingin memberitakan tentang pengiklan walau jelas-jelas layak diberitakan. Misalnya sebuah perusahaan limbahnya merusak lingkungan, tapi karena pelanggan setia dan pengiklan besar hal itu tak di beritakan (itu misalnya)..entahlah...



Enhanced by Zemanta

No comments: