Wednesday, September 21, 2011

CAPITALISM: A Love Story.

Manusia Tidak Lagi Dinilai dari Perilakunya tapi dari Apa yang dipunyai.
Tanggal 20 September 2011, sebuah stasiun TV memutar sebuah film yang berjudul persis dengan judul tulisan ini. Saya tadinya begitu penasaran dan tertarik karena judulnya yang mengundang rasa ingin tahu, apalagi ada 'a love story'. Terus pada pembukaan tertulis 'film ini mengandung unsur dewasa, diharap kepada orangtua membimbing anak-anaknya atau melarang untuk menontonnya' tambah penasaran. Kemudian pada prolog muncul wajah seorang laki-laki dan bercerita / menyebut film ini cukup unik baik cara penggarapan maupun pemainnya (hanya seorang Michael Moore) serta jalan ceritanya.

Kemudian film itu dimulai dengan adegan perampokan dibeberapa tempat, yang semuanya adalah nyata karena dicuplik dari CCTV. Lalu kemudian flm ini bercerita dari awal sejarah awalnya kapitalisme yang diyakini dari masa Yunani Kuno. Misalnya yang dulunya Yunani adalah dikenal dengan penuh kesopanan, kesantunan, manusiawi dan patuh aturan. Seiring waktu semuanya berubah, tadinya adu ketangkasan manusia menusia menunggang kuda tapi lama kelamaan manusia diadu dengan hewan sebagai tontonan orang-orang bertahta, berharta dan berwanita. Kapitalisme merubah semua itu.

Film terus berlanjut ke Amerika mulai dari masa krisis pertama di Amerika sekitar tahun 30an hingga masa Presiden Obama. Namun yang paling banyak diambil peristiwanya sepertinya pada masa George Bush, sedang Obama hanya sedikit saja. dicupliklah pidato Bush yang begitu bangga dengan sistim kapitalisme, namun tragis diakhir kepemimpinannya ekonomi Amerika terpuruk banyak perusahaan-perusahaan besar bangkrut, termasuk lembaga keuangan dan pengangguran terjadi dimana-mana, kekerasan meningkat, banyak orang kehilangan rumah karena disita oleh bank, akibat Kapitalisme.

Lalu apa sebenarnya Kapitalisme itu?. Secara sederhana bisa digambarkan ada segelintir orang yang punya segala-galanya namun banyak orang yang tidak memiliki apapun. Prinsipnya bila anda memiliki kapital / modal maka anda menguasai segalanya termasuk mengatur apapun. Dalam kapitalisme agama tidaklah penting, manusia dinilai tidak lagi dari dari perilaku / perbuatannya yang baik namun dari apa yang ia punyai / miliki.

Kapitalisme tidak menghendaki demokrasi, karena demokrasi menghendaki pemerataan berbagai hal seperti kekayaan, kesejahteraan, kesehatan termasuk persamaan hak dan bersuara. Kapitalisme itu kesenjangan, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin dan semakin banyak. Jadi ingat cerita pejabat Indonesia masa SBY, yang dengan gembira dan penuh suka cita menyebutkan kemiskinan telah menurun, rupanya kemiskinan telah menurun ke anak cucu.

Ciri lain kapitalisme adalah produktifitas karyawan dituntut harus selalu naik / tinggi, sementara gaji dan atau penghargaan tidak berubah alias kalau bisa tak naik-naik. Produk perbankan  (kartu kredit, asuransi, pinjaman) semakin mudah syaratnya dan semakin mudah didapat, namun akhirnya mencekik leher dan membuat semakin konsumtif. Pelayanan  dan keadilan yang tidak seimbang atau tebang pilih baik itu di rumah sakit, kepolisian, kejaksaan, kehakiman karena semua itu diukur dengan uang. Lembaga seperti DPR yang katanya wakil rakyatpun tak luput dari ulah kapitalisme karena mereka juga manusia yang butuh pengakuan, pujian, dan harta kekayaan, sehingga tidak heran yang terjadi adalah semua bisa diatur termasuk menyelewengkan uang rakyat, dan mereka bukan wakil rakyat tapi wakil partai,  wakil penguasa dan wakil duit.

Jadi jangan heran, jangan salahkan akibat kapitalisme rakyat miskin / rakyat bawah disebut sakit, menderita dan gila, karena segalahnya sulit dan buntu. Mereka tak bisa / sulit menuntut hak, keadilan, pemerataan, bahkan  menyuarakan kebenaran. sehingga yang terjadi adalah apapun dilakukan demi mempertahankan hidup, bebas melakukan apapun, bebas memiliki dan mendapatkan apapun. Kini kekerasan dan ramai-ramai demontrasi menjadi tren karena kapitalisme itu sendiri. Maka dalam kapitalisme orang miskin, orang bawahlah yang paling tidak beruntung alias menderita. Kapitalisme telah meruntuhkan ekonomi Amerika.  Film CAPITALISM; A Love Story bukan cerita cinta tapi sungguh mencerahkan. Semoga menjadi renungan dan bermanfaat

No comments: