Wednesday, September 28, 2011

NALAR MANUSIA SANGAT TERBATAS.

Tanggal 25 September 2011 yang lalu setelah Isya dilaksanakanlah pemilihan Ketua RW Sukajadi lama+Pulo Mas Residence, Kelurahan Taman Baloi-Batam Kota, Batam Centre. Ada tiga calon yang mengikuti demokrasi pemilihan Ketua RW yang lowong akibat ditinggalkan begitu saja oleh RW yang lama, yang konon katanya membawa uang puluhan juta bantuan penggusuran rumah-rumah liar dari Pemko.

Calon pertama yang menyebut dirinya kuli bangunan (tukang) yang biasanya mengambil borongan renovasi bangunan atau rumah, penampilannya cukup rapi. Calon yang kedua seorang RT yang sedang menjabat dan merangkap pejabat sementara ketua RW, penampilannya paling rilek diantara sesama calon, mungkin yakin bakal menang. Sedang calon ketiga seorang aktifis surau, guru ngaji dan sering juga memberikan ceramah/khotbah agama. Oleh panitia saya diberi tanggungjawab untuk membawa acara tersebut dari awal hingga penutupan, sudah tentu tidak hanya membacakan acara namun memberikan penjelasan-penjelasan kepada pemilih dan bertanggungjawab juga agar situasi terkendali.

Setiap calon diberi paling lama 15 menit manyampaikan visi dan misi. Calon pertama tidak cukup 10 menit, maaf tulis. Dikarenakan grogi atau tak biasa, penyampaian misi dan misi itu sungguh belepotan ia begitu menyorot masalah raskin yang selama ini tak transparan dan tidak merata. Calon kedua juga tidak sampai 10 menit, tergesa-gesa sehingga tak jelas apa yagng disampaikan dan bahkan sempat terpancing untuk menanggapi apa yang disampaikan calon nomor 1, ia pun begitu yakin terpilih karena ia RT dan PJS RW serta dukungan pengalaman menghadapi warga. Calon ketiga malah lebih siap, waktu yang diberikan 15 menit betul-betul cukup, apa yang disampaikan teratur, vokal dan intonasi sangat jelas, jalas visi dan misinya, jelas juga apa yang ingin dicapainya. Dengan mengucapkan Nama Allah SWT ia berniat untuk mencalonkan diri sebagai ketua RW, konsep dan sasarannya jelas.

Tapi ketika pemilihan dan perhitungan suara dilakukan, diluar dugaan ternyata calon nomor 1-lah yang jadi pemenang, sungguh sesuatu yang sulit dimengerti, jika melihat dan membandingkan dengan 2 calon lainnya dari segi penampilan, penyampaian misi dan visi serta bagaimana berbicara dihadapan pemilih. Dari semua itu calon nomor satu jauh tertinggal. Namun itulah model pemilih kita yang terkadang memilih bukan karena visi dan misi / program yang ditawarkan calon tapi lebih memilih karena faktor emosional atau faktor non kapability. Itu pulalah jika Allah SWT berkehendak, tidak ada sesuatu yang mustahil dan tidak ada yang dapat menghalangi, mengurangi, memajukan atau bahkan memundurkan. Nalar manusia sangat terbatas untuk memahami sesuatu yang tidak pasti. Sungguh banyak yang tidak menduga calon no. 1 bakal menang karena beberapa waktu sebelumnya ia kalah telak dalam pemilihan RT. ALLAH SWT memang maha berkehendak, dan maha rahasia, kita hanya bisa berusaha dan merencanakan tapi ALLAH SWI tetap yang menentukan.


Enhanced by Zemanta

No comments: