Wednesday, December 1, 2010

TERTAWA DAN MENANGIS ADALAH BAHASA UNIVERSAL.

Bahasa yang sangat universal di dunia ini diantaranya adalah tertawa dan menangis. Kenapa disebut universal karena dua tindakan itu akan dimengerti / dipahami manusia dimanapun yang ada didunia ini. Tertawa selalu saja dipahami satu bentuk ungkapan bahagia, senang, gembira, ungkapan spontan dari sebuah kelucuan. Menangis adalah satu bentuk ungkapan perasaan sedih, marah, kecewa, putus asa. Keduanya tanpa perlu dipelajari bahkan orang cacatpun, bisu, tuli dan bahkan manusia yang baru saja lahir langsung bisa menangis. Tertawa dan menangis sebetulnya ungkapan / tindakan berseberangan  alias berlawanan. Tapi disatu peristiwa dua hal itu bisa bersatu, mau tau....??

Namun hasil sebuah penelitian ternyata manusia lebih mudah ikut tertawa secara spontan dibanding ikut menangis. Kenapa begitu?. Peneliti menemukan tertawa itu sangat alamiah tanpa perlu alasan untuk melakukannya. Ekspresi tertawa ketika menggelitik atau menertawakan sebuah lelucon menurut peneliti bersifat naluriah. Lihatlah betapa orang begitu mudahnya terpingkal-pingkal saat membaca, mendengar, melihat cerita / kejadian lucu. Saya termasuk menyukai humor atau cerita lucu dan mudah untuk tertawa, karena tertawa adalah membahagiakan dan melepaskan rasa suntuk dan stres. Manfaat tertawa yang lepas, seluruh elemen tubuh aktif mulai dari telinga, otak, hingga otot dan sendi tubuh. Dalam kondisi itu, tubuh mengeluarkan hormon dopamin, pemicu rasa bahagia, yang segera menjalar ke seluruh jaringan tubuh.

Bentuk emosional seperti menangis tidak bisa spontan. Ungkapan menangis butuh alasan yang kuat atau butuh proses yang cukup. Lihat betapa manusia tidak gampang menangis atau ikut larut suasana ketika menyaksikan, mendengar, melihat kesedihan, malapetaka, kesengsaraan, musibah, bahkan kematian sekalipun. Sayapun entah mengapa tidak begitu gampang untuk menangis dan memang secara umum orang tidak suka dengan tindakan menangis karena cendrung dianggap buruk dan negatif seperti cengeng, tidak kuat, memalukan dan sebagainya.

Istimewanya hanya dua bahasa ini (tertawa dan menangis) dapat bergabung dalam satu peristiwa atau ungkapan yaitu ‘terharu’. Dalam suasana terharu manusia bisa menangis sambil tertawa atau tertawa sambil menangis. Keduanya adalah ungkapan atau tindakan yang sangat manusiawi. Namun bisa sangat berbeda situasinya lihatlah ketika anak manusia lahir lalu menangis, orang disekitar kita tertawa semua karena bahagia dan terharu, namun pada saat manusia mengalami kematian orang disekitar kita menangis semua tidak ada yang mencoba tertawa, jika ada yang tertawa????.

Hikmahnya walaupun tertawa dan menangis adalah bersifat spontan dan juga sesuatu yang lumrah serta manusiawi, namun keduanya perlu dtempatkan dan digunakan secara tepat dan wajar. Tertawa ditengah-tengah orang berduka adalah perbuatan tak wajar bahkan kurang ajar, dan menangis ditengah-tengah orang bergembira juga perbuatan yang aneh karena dianggap melawan arus. Semoga bermanfaat.

No comments: