Wednesday, November 30, 2011

Di Batam Banyak Orang Miskin, Pendatang Disalahkan.

Bukankah tanpa orang miskin para calon walikota, calon DPR/DPRD, calon Bupati, calon gubernur bahkan calon Presiden, miskin program.
Beginilah model pemimpin KEPRI khususnya di Batam. Ketika menanggapi sebuah laporan yang menyebutkan bahwa jumlah orang miskin di KEPRI, terbanyak terdapat di Batam. Lalu ketika wartawan mempertanyakan hal itu kepada Walikota Batam, Bapak Ahmad Dahlan, beliau sepertinya mengakui jumlah orang miskin di KEPRI terbanyak di Batam, dengan alasan banyaknya pendatang dari luar Batam yang tanpa kemampuan dan modal.

Saya tak begitu mengerti apakah Pak Walikota ini serius atau bercanda, melontarkan kalimat itu yang kemudian ditulis wartawan dan diterbitkan media tempatnya bekerja. Tapi kalau ditanya wartawan masak bercanda dalam hal seperti ini. Perlu dipertanyakan data apa / data seperti apa yang dipakai Pak Walikota sehingga pendatang menjadi sasaran empuk dan enteng untuk dipersalahkan.

Kemiskinan itu bukan soal pendatang atau bukan pendatang. Bapak dipilih menjadi walikota salah satu harapan dari para pendatang dan orang miskin itu adalah membantu mereka untuk memperbaiki level kehidupan mereka. Bukankah tanpa orang miskin para calon walikota, calon DPRD, calon Bupati, calon gubernur bahkan calon Presiden miskin program. Maksud saya jika penduduk Batam sudah kaya semua, makmur semua Bapak akan kehilangan program yang menyentuh kemasyarakatan, sulit menemukan program enak buat orang kaya, buat orang makmur. 

Ataukah secara tidak langsung Bapak ingin mengatakan bahwa tidak boleh lagi ada pendatang ke Batam apalagi yang tidak memiliki kemampuan dan modal. Jangan ASBUN pak. Tugas bapaklah meningkatkan kemampuan para pendatang, memberi mereka peluang, kesempatan sebanyak-banyaknya atau membuat program yang berpihak/menolong orang miskin sehingga jumlah orang miskin berkurang atau malah tiada di Batam. Mana program Bapak untuk hal ini???, simak apa kata ketua DPRD Provinsi KEPRI, yang menyebutkan bahwa program upaya mengurangi kemiskinan di Batam memang kurang. Coba setelah Bapak terpilih lagi jadi walikota Batam, apa bapak rajin mengunjungi kantong-kantong kemiskinan di Batam, seperti Bapak kampanye dulu?. Jangan-jangan Bapak sudah enggan menemui mereka?.

Kalau Bapak cuma menyalahkan, bapak bukan seorang pemberi/pembuat solusi. Bayangkan jika Bapak mampu mengurangi jumlah orang miskin di Batam dengan peningkatan kesejahteraan, kesamaan peluang dan kesempatan, kan Bapak juga yang disanjung, yang dihormati, disembah karena kemampuan dan keberhasilan Bapak. Ingat Pak pepatah Melayu; Raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah.

No comments: