Friday, September 24, 2010

NUMPANG TIDUR


Nguap itu bisa menular.

Numpang tidur yang saya maksud bukanlah seperti numpang tidur / menginap dirumah orang atau di Hotel. Tapi ini sungguh terjadi, ada orang yang tidur namun seringkali tidak menyadarinya kalau ia sedang numpang tidur.

Hari Jum’at adalah waktu paling banyak orang yang numpang tidur di mesjid. Waktu tengah hari itu benar-benar membawa orang terkantuk-kantuk dan bahkan tertidur pulas sampai (maaf) ‘ngorok’, bahkan ada yang harus dibangunkan saat sholat Jum’at hendak mulai. Rasanya siapapun sungguh berat menahan kantuk, ditahan-tahan kelopak matanya pelahan-lahan tertutup sendiri, kepalanyapun ikut-ikutan menurun, menunduk kebawah, berulang-ulang posisi tubuhnya dibenarkan tapi kembali lagi tertunduk letoy, ada yang mencoba menopang kepalanya dengan tangannya namun tetap saja ada yang meleset, bahkan ada yang hampir terkulai ke lantai. Ada juga yang selalu ingin mengambil posisi yang sama disalah satu sudut ruang mesjid, mungkin sudah enak sambil nyandar dan bakal pulas tidurnya, seolah memang menyiapkan diri untuk numpang tidur.

Mesjid pada saat Jum’at sesungguhnya bukanlah tempat yang baik untuk tidur apalagi posisi dalam duduk, rapat/berdempetan dan ada pengeras suara lagi. Namun begitu banyak sekali yang terlihat nikmat dengan kegiatan tidur ditengah-tengah khotbah berlangsung. Ingat kata KH. Zainuddin MZ, yang tertidur itu matanya ditabur tepung ngantuk oleh Iblis. Orang tidur logikanya menghilangkan kesadaran maka whuduknya batal, tapi mana ada yang sehabis tidur ambil whuduk lagi. Aku selalu berusaha untuk tidak tertidur walau mengantuk berat.

55% orang-orang yang melihat seseorang menguap akan turut menguap dalam waktu lima menit berikutnya, ternyata hasil penelitian itu menguap itu bisa menular. Na...loh makanya di mesjid yang ngantuk dan tertidur seperti efek domino, maksudnya ramai-ramai demo ngantuk alias numpang tidur. Dalam beberapa budaya, menguap merupakan suatu sikap antisosial sehingga saat menguap orang-orang dari kebudayaan tersebut akan menutup mulut mereka, terutama ini berlaku dalam tatanan masyarakat Islam karena sunnah Nabi Muhammad SAW mengajarkan ketika menguap mulut harus ditutup jika tak ditutup setan bisa masuk.

Tidur merupakan topik penelitian paling kaya saat ini: mengapa manusia memerlukannya, mengapa susah untuk bisa tidur nyenyak, bagaimana tidur memengaruhi kemampuan motorik dan berpikir manusia, serta dampak pada kesehatan. Seperti dikutip majalah Time dan CNN, tidur tidak hanya terkait dengan berbagai penyakit, melainkan juga menentukan panjang pendeknya umur seseorang. Lama tidur yang ideal adalah 6,5-7,5 jam pada malam hari. Kurang atau lebih dari itu ternyata bisa berdampak buruk. "Kalau digambarkan seperti huruf U, artinya kekurangan atau kelebihan tidur sama saja akibatnya. Kekurangan atau kelebihan tidur juga berdampak pada depresi, kegemukan, dan munculnya penyakit, bisa karena faktor tidur kita. Na..jangan pernah sepele dengan masalah tidur, tapi jangan suka numpang tidur di mesjid ya…

Manusiawi sekali kantuk dan tidur itu, sehingga terkadang kantuk tidak mengenal tempat dan waktu, adalah satu anugerah jika kita diberi kesempatan mudah/bisa tertidur. Ingat masih kuliah di Banda Aceh dulu, aku bisa tertidur beberapa saat bahkan asal sudah kehilangan kesadaran jika aku terbangun sudah merasa enak / tidak sakit kepala dan itu masih bisa aku lakukan hingga sekarang, alhamdulillah. Tidur cepat, bangun cepat, adalah kunci kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan….ternyata itu semua mahal harganya.

No comments: