Monday, July 2, 2012

BERANI TELANJANG, BELANJA GRATIS, GILA?

Dikabarkan beberapa hari yang lalu sekitar akhir Juni 2012, di Jerman dibukalah sebuah Supermarket baru, untuk menarik perhatian dan pembeli yang lebih banyak maka dibuatlah kebijaksanaan atau model pemasaran tergila.

Bagi pembeli 100 orang pertama yang berani belanja telanjang bulat maka belanjanya GRATIS 100%. Tak dinyana sekitar 200 orang menyambut tantangan itu. Mereka benar-benar melakukan itu, belanja tanpa busana, kaya zaman primitif. Lebih primitif dari yang kita bayangkan, bahkan diliput TV serta berbagai media lainnya, para orang sehat jasmani dan jiwanya yang tak pada sehat itu santai saja (laki-perempuan dewasa), belanja layaknya orang lain, macam tak ada kejadian. Benar-benar gila.

Percayalah model-model pemasaran, 'event-event' lainnya, bahkan acara dan pembawa acaranya bakal melakukan hal-hal gila lainya demi menarik perhatian, pemberitaan yang lebih banyak dan lebih inten. Simak saja pembawa acara sekarang dicari yang gokil, gila, ngaco, tak suka aturan, jauh dari agama. Mana ada pembawa acara populer dan melimpah hartanya yang membawa acara pakai 'assalamualikum', (bahkan ada pembawa acara TV terkenal di Indonesia, baru-baru ini menyebut pakai "assalamualaikum" itu kayak pengemis), atau pakai tata kerama, atau menggunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat. Yang biasa-biasa saja sekarang tak diperhatikan dan tak bakal populer.

Simak saja pembawa acara di TV, dulu pakaian wanitanya rapi, pakaiannya resmi dan lebih sopan, longgar, tidak terlihat paha maupun dada. Tapi sekarang lihatlah pembawa acara di TV kesannya tak perlu pakaian sopan karena yang dimaksud  sopan itu tak jelas lagi, paha dan dada sengaja diumbar. Terkadang terlihat lucu dan repot para pembawa acara atau tamu wanita sebuah acara. Dengan pakaiannya yang sangat mini, bolak balik ingin menutup paha atau....dengan bantal.

Padahal sudah tahu bakal masuk TV dan bakal disorot kamera, akan terlihat berjuta-juta manusia, dengan memilih pakaian serba ketat dan minim itu sebenarnya ia bermaksud memamerkan, kenapa harus ditutupi?, kenapa harus repot-repot duduknya?, biarkan saja kamera terus menyorot paha, dada yang dibuka itu, kan memang tujuannya ingin dipamerkan. Bukankah kalau terlihatpun tidak rusak, tidak copot, tidak berkurang apapun. Tapi coba kalau kameramennya benar-benar menyorot paha, dadanya lalu disiarkan apa tak bakal heboh. SEMAKIN GILA saja.

No comments: