Saturday, August 6, 2011

Masukan Untuk Mesjid dan Imam .

Kemarin 06 Agustus 2011, saya sholat ashar berjamaah disebuah mesjid perumahan Eden park-Batam Centre. Setelah usai sholat saya terkesima pada sebuah pemandangan diteras belakang mesjid, ada beberapa wanita keturunan China, berpakaian serba minim dan ketat. Ternyata mereka sedang mengantar makanan ringan yang dipesan oleh pihak mesjid. Tadinya saya fikir ibu-ibu yang sedang mengantar anaknya untuk belajar ngaji.

Begitulah, terkadang banyak mesjid di tempat kita belum siap dan tidak memiliki aturan bagi pengunjung. Saya jadi teringat beberapa waktu lalu ketika sekeluarga berkunjung ke Kuala Lumpur-Malaysia. Saat kami berkunjung ke Menara Kembar dan singgah di Mesjid disitu. Disana ada petugas yang menegur dan mengingatkan pengunjung wanita yang berpakaian tidak menutup aurat. Mereka tidak hanya melarang tapi menyediakan pakaian yang bisa dipinjamkan dan harus dipakai oleh pengunjung wanita. Pakaiannya mirip jubah dan sekaligus ada penutup kepalanya (mirip juga jas hujan). Mesjid di Kuala Lumpur itu, siap dan memiliki peraturan bagi pengunjung, sehingga mesjid steril dari pengunjung wanita yang berpakaian ketat, minim dan tidak menutup aurat. Begitulah seharusnya setiap mesjid, agar pengunjung tidak menodai kesucian, keteraturan, ketentraman, kenyamanan mesjid.

Saya termasuk yang suka sholat diberbagai mesjid, dan saya sering perhatikan bagaimana keadaan mesjid. Cara gampang mengetahui apakah mesjid itu diurus dengan baik atau tidak (maksudnya pengurusnya peduli atau tidak)-lihatlah beberapa jam dinding yang dipasang didalam mesjid, perhatikan jam-jam itu apakah semuanya cocok / pas satu sama lainnya. Lihat juga lantainya banyak debu atau cap telapak kaki.

Saya juga sering tidak habis fikir, melihat beberapa imam mesjid yang ada. Umumnya imam-imam itu tingggal / menetap dilingkungan mesjid bahkan di Mesjid, tapi ketika azan selesai berkumandang sang imam belum juga terlihat bahkan muazzin dan jemaah sempat juga celinguan / saling pandang mencari-cari sang imam, kenapa mereka tidak lebih tepat waktu, setidaknya begitu azan selesai ia sudah dalam mesjid. Lain lagi pada hari Jum'at, ada beberapa mesjid yang mulai membaca pengumuman-pengumuman saat, waktu sholat jumat masuk, seharusnya 5-10 menit sebelum itu pembawa acara sudah mulai membaca pengumuman.

Saya termasuk orang yang suka bersemangat, nah..saya suka ikut lesu jika imamnya tak bersemangat / tak bergairah. Anda bisa mengikuti semangatnya sang imam ketika melafaskan amiin..tapi kalau sang imam lesu, kitapun ikut lesu. Saya fikir imam sudah banyak yang lebih mengeatahui soal seperti ini dari pada saya. Semoga tulisan ini bermanfaat..bagaimana pandangan anda??

No comments: