Friday, August 26, 2011

LELAKI TUA, BUTA HURUF DAN SEBATANG KARA ITU KINI TAK BERDAYA DIRUMAH SAKIT.

Zakat atau sedekah anda sangat membantu.
Alhamdulillah, akhirnya lelaki tua, buta huruf dan sebatangkara itu kutemukan lagi tadi pagi. Kenapa pula aku harus repot-repot mencari, sejak aku menulis untuk yang kedua kalinya tentang lelaki tua itu diblogku tanggal 15 Agustus 2011 lalu, kira-kira 3 hari setelah itu pondok kecil itu kosong melompong. Aku mencoba bertanya, menurut bapak tetangga terdekat dengan pondok lelaki tua itu, ia sudah dibawa oleh seseorang ke Rumah Sakit tapi ia tidak pasti rumah sakitnya. Setelah beberapa kali melakukan pelacakan dan tadi malam saya bersama kedua anakku kerumah RT disebuah perumahan paling  terdekat dengan pondok lelaki tua itu, lalu dari istri Pak RT itulah saya mengetahui lokasi lelaki tua itu dirawat.

Pagi tadi kebetulan saya ada waktu, saya menuju Rumah Sakit Umum Daerah kota Batam 'Embong Fatimah' di Batu Aji dari rumahku di Batam Centre sekitar 15-20 menit. Gedungnya megah namun sayang kalau anda baru pertama kali kesana anda bakal tersesat karena petunjuk-petunjuk nama ruang untuk setiap lantai dan sebagainya tidak ada, orang yang siap memberikan bantuan informasi juga belum ada. Sampailah saya dilanti 2 ruang bougenvile kamar 201 setelah tersesat dua kali.


Setelah bertanya kepada perawat dan menerangkan siapa dan maksud saya, sayapun diizinkan masuk. Lelaki tua itu sedang tertidur pulas dengan tangan diinfus dan sebuah selang lainnya terhubung dengan kelaminnya untuk menampung air seninya. Lalu saya bangunkan, dan memang saya harus bangunkan karena saya juga sedang ingin menunaikan kewajiban agama yang saya anut. Lalu ia pun terbangun, sayapun langsung mengajaknya berbicara, namun tidak ada respon walau matanya terbuka jelas, tatapannya kososng.

Tak lama kemudian perawat yang saya tanya-tanya sebelumnya, masuk. Lalu kami terlibat diskusi. Menurut sang perawat yang sudah senior itu, lelaki tua itu dibawa ke RSUD ini oleh Ibu Yahya, penyakitnya hingga kini secara pasti belum diketahui dikarenakan kesulitan dalam berkomunikasi (sang lelaki tidak mampu diajak berbicara secara jelas), makanpun sulit tapi sudah ada perkembangan secara fisik sejak dirawat, lecet dibeberapa bagian kulitnya sudah mengering. Namun secara kejiwaan tampaknya lelaki ini mengalami gangguan yang sangat hebat, kalau diajak bicara belum nyambung sehingga sulit menggali informasi lebih detail darinya dan pandangannya kosong dan kondisinya begitu payah, ujar perawat itu.

Perawat itu kemudian menjelaskan, sekarang lelaki tua itu dibawah Dinas Sosial kota Batam, segala pembiayaan dan bila nanti ia harus keluar dari sini, Dinas Sosial akan menampungnya, lalu perawat itu meminta identitas dan nomor teleponku yang katanya mungkin bermanfaat dikemudian hari. Saya lalu permisi pamit untuk pulang, saya tidak tahu pasti apakah si lelaki tua itu mengingat saya. Saya katakan padanya semoga bapak cepat sembuh dan mendapatkan hal yang terbaik. Semoga Ibu Yahya (istri Pak RT) segala kebaikan yang telah ia lakukan terhadap lelaki tua itu dibalas pahala, kesehatan dan kemuliaan oleh Allah SWT. Amiin. Semoga melalui tulisan ini pula saya berharap makin banyak yang tersentuh dan peduli, mungkin bantuan anda bisa berupa zakat, sedekah, doa atau turut mempublikasikan sehingga kakak dan adik kandungnya (SUMARTI & MISRI) yang ada di Tanjung Pinang, bisa mengetahui. Lelaki ini bernama SANUWAN / SARWAN.
Enhanced by Zemanta

No comments: