Monday, August 15, 2011

LELAKI TUA, BUTA HURUF DAN SEBATANG KARA ITU KINI TERKULAI..

Tanggal 15 Juli lalu saya menulis tentang lelaki tua ini diblog saya dengan "Judul Lelaki tua, buta huruf, sebatangkara ini membutuhkan bantuan", kemudian saya juga masukkan ke facebook, lalu mengirim ke rekan-rekan (termasuk wartawan) melalui email serta ke beberapa redaksi harian baik yang berbasis di Batam maupun yang di Jakarta. Alhamdulillah hingga hari ini tidak ada satupun yang merespon, mungkin saya dikira main-main, atau tidak dianggap bernilai apapun informasi saya. Maksud saya mengirimkan hal itu dengan harapan ada pertolongan dan saya memang baru itulah yang bisa saya lakukan sambil berdoa.

Tadi malam ketika istri dan anak-anakku pulang, mereka berujar bahwa didepan pondok sang lelaki tua banyak orang, tak biasanya, ujar istriku. Saya tadinya santai saja menanggapinya, tapi aku tak kuat juga untuk tidak menjenguknya. Lalu aku meluncur ke pondok sang lelaki tua, sampai disana masih banyak orang berkumpul. Lalu aku memberanikan diri menanyakan pada salah seorang bapak-bapak. Lalu katanya ia sakit keras, mungkin karena faktor debu (jalan itu memang banyak debu jika tak hujan) serta kecilnya (1 m x 1,5m) pondok yang ditempati, maklum bekas kios.

Lalu aku coba perhatikan dan beberapa ibu-ibu mencoba mengajak sang lelaki tua berbicara, namun tidak ada respon. Ia terkulai, terbujur dan menurut beberapa orang-orang yang turut berkumpul ia tidak makan. Setelah berdiskusi dengan orang-orang yang berkumpul itu makan dan minum serta obat sudah diberikan namun tidak membuahkan hasil, bahkan kondisi sang lelaki semakin parah. Ketika saya coba bicara untuk dibawa kerumah sakit, mereka pada tak yakin pihak rumah sakit mau melayani, mengingat tidak ada yang berani menjamin terutama masalah biaya, karena pada umumnya mereka juga orang kurang mampu, dari segi keuangan, akses dengan orang-orang hebat (maksudnya pejabat di KEPRI, orang kaya lagi baik hati).

Pagi tadi sekitar 07.45 saya singgah lagi ke pondok mungil itu, dan sang lelaki tua masih terkulai sendirian, dalang ruang yang sangat kecil, pengap dan penuh debu. Lalu saya mencoba mengajaknya berbicara, namun tidak direspon walau matanya tidak terpejam dan berkedip-kedip, kondisinya terlihat begitu sulit dan menyedihkan (sayang poto kondisinya hingga tulisan ini kubuat belum berhasil kutransfer). Sekali lagi melalui tulisan ini saya berharap kiranya ada yang tersentuh untuk dapat membantunya, sekali lagi mungkin ada yang dapat membantu. Terima kasih. Bagi yang belum mengetahui tempatnya berteduh didepan perumahan pondok indah/idaman tak jauh dari central park-simpang Cammo Industrial Park-Batam Centre. 

No comments: